Pemerintahan Amerika Serikat akhirnya mencatat penerimaan tarif yang lebih besar daripada pengeluaran untuk pengembalian dana setelah proses refund raksasa senilai 166 miliar dolar AS mulai mereda. Berdasarkan laporan data terbaru dari Departemen Keuangan AS, pemerintah membayarkan refund tarif sebesar 10,5 miliar dolar AS pada Agustus, sementara penerimaan kas masuk mencapai 23,3 miliar dolar AS.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Angka tersebut menandai surplus bulanan pertama sejak April lalu menyusul penurunan drastis pada pos pengembalian dana. Menurut analisis dari awak media, penurunan ini terjadi setelah gelombang pengembalian dana besar-besaran yang dipicu oleh keputusan Mahkamah Agung AS pada Februari lalu yang membatalkan kebijakan tarif sepihak di bawah IEEPA.
Sejak portal pengembalian dana dibuka pada akhir April, pemerintah tercatat telah membayar sekitar 115 miliar dolar AS dari total kewajiban refund tersebut kepada para pihak terdampak. Sebagaimana dilaporkan oleh para pengamat ekonomi, meredanya arus keluar dana ini memberikan sedikit ruang bernapas bagi kas negara di tengah beban fiskal yang terus membengkak.
Di sisi lain, laporan keuangan tersebut juga mengungkap kondisi anggaran federal yang menunjukkan defisit telah menyentuh angka 1,966 triliun dolar AS dengan satu bulan tersisa menjelang penutupan tahun fiskal. Proyeksi dari Congressional Budget Office bahkan memperkirakan total defisit tahun fiskal 2026 ini berpotensi membengkak hingga mencapai 2,1 triliun dolar AS.
Lonjakan defisit ini terjadi di tengah kontroversi rencana pemerintahan Donald Trump yang berambisi menggunakan pendapatan dari tarif masa depan untuk membiayai berbagai program populis, termasuk wacana pembagian cek tunai bagi warga. Kendati demikian, sejumlah lembaga riset independen menilai bahwa proyeksi pendapatan tarif masa depan tidak akan mampu menutupi biaya besar dari kebijakan tersebut.