Pasar keuangan Amerika Serikat tengah bersiap menghadapi gelombang volatilitas yang lebih tinggi menyusul masifnya aksi penarikan dana dari aset saham. Sebagaimana dilaporkan oleh Bank of America, sikap pelaku pasar maupun para pembuat kebijakan yang cenderung santai dalam merespons kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah memicu kekhawatiran tersendiri di kalangan analis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data EPFR Global yang dihimpun oleh Bank of America, dana reksa dana ekuitas AS mengalami pelemahan signifikan dengan mencatatkan arus keluar bersih sebesar USD 14,2 miliar dalam tiga pekan terakhir. Angka tersebut mencatatkan rekor penarikan dana terbesar sejak bulan Januari lalu, sementara arus masuk modal global secara keseluruhan juga melambat secara drastis.
Menurut tim analis Bank of America termasuk Jared Woodard dan Michael Hartnett, kondisi pasar saat ini menunjukkan ketidakpedulian yang berlebihan di tengah lonjakan harga komoditas energi serta imbal hasil obligasi jangka panjang yang mencapai level tertinggi sejak tahun 2007. "Pasar berhenti panik ketika pembuat kebijakan mulai panik, tetapi tidak ada kepanikan di mana pun meskipun imbal hasil 30 tahun mencapai titik tertinggi," tulis para strategi tersebut.
Dari analisis tim redaksi, sikap acuh tak acuh para investor ini dipicu oleh berbagai ketidakpastian makroekonomi, mulai dari arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, konflik geopolitik yang belum usai, hingga keraguan atas efektivitas investasi kecerdasan buatan atau AI yang telah menelan biaya triliunan dolar namun belum menunjukkan lonjakan produktivitas nyata di tingkat konsumen.
Meskipun indeks S&P 500 cenderung bergerak dalam kisaran terbatas sejak mencetak rekor tertinggi sebulan lalu, para ahli tetap meminta investor untuk meningkatkan kewaspadaan. Kombinasi antara sikap pasar yang terlalu percaya diri dan respons kebijakan yang lambat dinilai dapat menjadi pemicu kejutan pergerakan harga yang tajam dalam waktu dekat.