Pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump kembali menegaskan pandangannya terkait arah kebijakan moneter negara. Treasury Secretary Scott Bessent secara terbuka meminta para pembuat kebijakan di Federal Reserve agar tidak kaku dalam melihat dinamika suku bunga dan inflasi saat ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam sebuah kesempatan wawancara media, Bessent berargumen bahwa lonjakan produktivitas yang didorong oleh kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence serta masifnya langkah deregulasi akan mampu menahan laju inflasi AS. Menurut pengamatan awak media, optimisme ini dibangun di atas fondasi pertumbuhan ekonomi yang diklaim sedang melaju kencang berkat kebijakan pemotongan pajak.
Kendati demikian, tantangan ekonomi domestik masih membayangi terutama akibat tingginya harga bahan bakar minyak yang dipicu oleh konflik berkepanjangan dengan Iran. Kondisi geopolitik tersebut sempat mengirimkan gelombang kejut ke pasar keuangan global serta mendongkrak imbal hasil obligasi di berbagai belahan dunia.
Bessent menambahkan bahwa Ketua The Fed Kevin Warsh telah memahami betul situasi ekonomi saat ini yang menunjukkan kemajuan luar biasa. Sebagaimana dilaporkan, situasi tersebut dinilai mirip atau bahkan lebih masif dibandingkan era kejayaan internet pada era kepemimpinan Alan Greenspan di dekade 1990-an.
Lebih lanjut, dari analisis tim redaksi, tekanan eksternal terhadap pasokan energi global diperkirakan mulai mereda seiring berkurangnya pasokan minyak Iran ke Tiongkok. Pemerintah AS meyakini bahwa tekanan diplomatik dan ekonomi ini akan memaksa pihak Teheran untuk segera melunak di meja perundingan.