Loading
Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat
/home / teknologi / Sekolah Blokir ChatGPT, Remaja 17...
TEKNOLOGI

Sekolah Blokir ChatGPT, Remaja 17 Tahun Ini Malah Sukses Bangun Startup AI

By Bobi Alexsander Hutagalung • 2 min read • 29 September 2026
Navya Tuteja pendiri startup AI Raaha

Navya Tuteja pendiri startup AI Raaha

Di tengah perdebatan panjang mengenai dampak kecerdasan buatan terhadap dunia pendidikan, seorang remaja berusia 17 tahun justru membuktikan bahwa batasan dapat memicu kreativitas luar biasa. Navya Tuteja, siswi tingkat akhir di Thomas Jefferson High School for Science and Technology, Amerika Serikat, berhasil mencuri perhatian publik setelah mendirikan sebuah platform rintisan berbasis kecerdasan buatan bernama Raaha yang kini telah merangkul lebih dari 1.000 pengguna aktif.

Berdasarkan analisis awak media, pencapaian tersebut terasa semakin istimewa di tengah tren penurunan kemampuan akademis global yang kerap dikaitkan dengan ketergantungan pada gawai dan teknologi instan. Ketika banyak pelajar seusianya memanfaatkan teknologi untuk mengambil jalan pintas dalam tugas sekolah, Navya justru diuntungkan oleh kebijakan sekolahnya yang secara tegas melarang akses ke perangkat seperti ChatGPT dan Claude melalui jaringan Wi-Fi lokal.

Kebijakan pembatasan di lingkungan sekolah tersebut secara tidak langsung melatih Navya untuk mengandalkan kemampuan berpikir kritisnya sendiri sebelum beralih ke teknologi bantuan luar. "Hal itu membuat saya jauh lebih jarang menggunakannya di sekolah, jadi meskipun terasa menyebalkan pada awalnya, aturan tersebut ternyata membawa dampak positif," ungkap Navya mengenai aturan ketat di sekolahnya.

Platform Raaha sendiri dikembangkan untuk membantu para pencari kerja dari kalangan difabel neurodivergent agar mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang lebih transparan dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Ide mulia tersebut lahir dari pengamatannya terhadap sang ibu yang memiliki keterbatasan pendengaran serta minimnya keterbukaan dari perusahaan pemberi kerja mengenai suasana kerja sehari-hari.

Selain membangun platform pencarian kerja, remaja berbakat ini juga merancang sebuah inovasi terpisah bernama Legible yang membantu menerjemahkan dokumen pendidikan khusus bagi para orang tua murid. Tim redaksi mengamati bahwa keberhasilan Navya menunjukkan keseimbangan antara disiplin pribadi yang kuat dan pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab di era digital.

Kedua orang tua Navya, Deepti dan Rohit Tuteja, senantiasa menanamkan nilai-nilai kerja keras serta integritas sejak usia dini untuk mencegah putrinya terjebak dalam budaya instan. Menurut pengamatan para pengamat teknologi, kisah Navya memberikan sudut pandang baru bahwa regulasi yang bijak jauh lebih efektif dalam mendidik generasi muda ketimbang sekadar melakukan pelarangan total.

Topics
navya tuteja startup ai teknologi pendidikan inovasi remaja kecerdasan buatan raaha
Jurnalis Hukum & Kriminal

Bobi adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas di Jawa Barat. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal di Jawa Barat.