Aksi inspiratif datang dari ratusan ayah di Kota Bandung yang kompak turun tangan menyiapkan sarapan pagi bagi para istrinya demi mewujudkan kesetaraan peran dalam rumah tangga. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kegiatan yang sarat makna kebersamaan ini tidak hanya sekadar ajang seremonial, melainkan sebuah bentuk nyata kepedulian terhadap beban domestik yang kerap dipikul oleh seorang ibu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, acara bertajuk Tanggal Merah untuk Ibu yang digagas oleh Frisian Flag ini sukses digelar di Trans Studio Mall Bandung pada Minggu, 27 September 2026. Sebanyak 500 ayah bahu-membahu menyiapkan hidangan istimewa dan berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan memecahkan rekor MURI.
Menurut psikolog Ajeng Raviando, seorang ibu senantiasa memerlukan waktu khusus untuk memulihkan tenaga fisik maupun mental di tengah padatnya rutinitas harian mengurus keluarga. "Jadi memang kalau menurut saya tanggal merah untuk ibu sebetulnya bukan hanya satu tanggal merah, tapi bagaimana bisa dalam keseharian itu tetap ibu punya waktu untuk dia bisa mengisi energinya, supaya nanti juga bisa sharing sama anggota keluarga yang lain," ujar Ajeng.
Dari analisis awak media, stigma yang melekat di masyarakat masih kerap membebankan seluruh urusan domestik kepada kaum ibu seorang diri tanpa melibatkan anggota keluarga lainnya. Kondisi tersebut memicu risiko kelelahan emosional atau burn out yang pada akhirnya turut berdampak negatif pada keharmonisan serta suasana interaksi di dalam rumah.
Lebih lanjut, Ajeng menambahkan bahwa ibu sering kali menjadi pusat informasi utama bagi seluruh anggota keluarga dalam memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, dukungan nyata dari para suami melalui aksi pembagian peran seperti menyiapkan sarapan menjadi langkah awal yang sangat penting untuk menciptakan keluarga yang lebih bahagia.