Saham Intel mencatat lonjakan performa yang luar biasa di pasar keuangan menyusul tingginya antusiasme terhadap teknologi kecerdasan buatan. Berdasarkan data perdagangan, saham raksasa semikonduktor tersebut melesat hingga 25 persen hanya dalam kurun waktu lima hari perdagangan terakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut CEO Intel, Lip-Bu Tan, dalam ajang AI Infra Summit, lonjakan permintaan ini dipicu oleh kebutuhan mendesak akan central processing units (CPU) yang sangat diandalkan untuk reinforcement learning, orkestrasi tingkat sistem, serta agen AI di berbagai lini korporasi maupun konsumen.
Berdasarkan analisis awak media, peranan CPU kini mengalami pergeseran krusial dari yang sebelumnya sempat dipandang sebelah mata dibandingkan graphics processing units (GPU). Kehadiran agen AI membuat CPU menjadi komponen vital karena chip inilah yang memungkinkan sistem otonom untuk bernavigasi di situs web hingga melakukan transaksi belanja secara mandiri.
Selain faktor lonjakan permintaan chip, langkah strategis perusahaan dalam memperkuat bisnis manufaktur semikonduktor pihak ketiga turut mendongkrak kepercayaan investor. Sejumlah raksasa teknologi seperti Google dan Nvidia dilaporkan mulai melirik fasilitas produksi milik Intel, sementara SK Hynix dikabarkan tengah menjajaki kerja sama serupa.
Pertumbuhan impresif ini juga tercermin dalam kinerja jangka panjang perusahaan di bursa saham, di mana Intel sukses membukukan kenaikan signifikan melampaui beberapa kompetitor utamanya dalam beberapa bulan terakhir.