Loading
Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat
/home / teknologi / Subsidi BBM Korea Selatan Berlanjut,...
TEKNOLOGI

Subsidi BBM Korea Selatan Berlanjut, Ancaman Beban Fiskal Negara

By Bobi Alexsander Hutagalung • 2 min read • 24 September 2026
Kendaraan antre di SPBU Korea Selatan saat kebijakan pembatasan harga bahan bakar diberlakukan

Kendaraan antre di SPBU Korea Selatan saat kebijakan pembatasan harga bahan bakar diberlakukan

Pemerintah Korea Selatan kembali memperpanjang kebijakan pembatasan harga bahan bakar di tengah lonjakan harga minyak global yang melampaui 100 dolar Amerika Serikat per barel. Langkah ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat yang bersiap melakukan perjalanan mudik selama libur panjang nasional Chuseok.

Berdasarkan laporan Bloomberg, kebijakan intervensi langsung ini mewajibkan negara untuk menanggung selisih harga dan mengompensasi kilang minyak. Berbeda dengan negara maju lainnya yang membiarkan harga pasar bergerak, Seoul memilih untuk mematok harga eceran demi meredam tekanan inflasi domestik yang masih berada di atas target bank sentral.

Namun, dari analisis awak media dan pengamat ekonomi, kebijakan populis ini menyimpan risiko fiskal yang masif bagi keuangan negara. Para ahli menilai subsidi energi yang berkepanjangan justru menciptakan rasa aman palsu di tengah masyarakat, sehingga konsumsi bahan bakar tetap tinggi meskipun pasokan energi global sedang mengalami tekanan berat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Sebagaimana diungkapkan oleh Lee Hong dari Korea Institute for Industrial Economics and Trade, "Korea Selatan saat ini menikmati bensin murah, namun belum menerima tanda terima atau tagihan sesungguhnya". Pernyataan senada juga disampaikan oleh Sonn Yang-hoon, profesor emeritus ekonomi di Incheon National University, yang menyebutkan bahwa subsidi masif ini pada akhirnya hanya akan membebani para wajib pajak.

Topics
korea selatan harga bbm ekonomi chuseok energi inflasi kebijakan fiskal
Jurnalis Hukum & Kriminal

Bobi adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas di Jawa Barat. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal di Jawa Barat.