Kawasan sekitar Sungai Cikeruh di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, akhirnya bernapas lega setelah tumpukan lumpur dan sedimentasi yang menggunung resmi dikeruk. Berdasarkan pengamatan tim redaksi di lokasi, proses normalisasi aliran sungai ini dikerahkan dengan menggunakan dua unit alat berat jenis eksavator guna mengembalikan kapasitas daya tampung air. Sejumlah armada truk juga tampak berlalu-lalang mengangkut material endapan lumpur yang telah mengering dari tepi sungai.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bukan hanya lumpur tebal yang menjadi fokus pembersihan, pihak terkait bersama warga setempat turut menyingkirkan tumpukan sampah serta tanaman liar yang menghambat laju air. Berdasarkan laporan awak media di lapangan, tindakan preventif ini sengaja digalakkan jauh-jauh hari agar pada musim hujan mendatang aliran sungai kembali lancar dan tidak meluap ke permukiman.
Dindin selaku warga setempat menyambut baik langkah pengerukan yang dinilai sangat krusial demi keselamatan lingkungan mereka. "Alhamdulillah, sedikit lega kalau dikeruk, soalnya kebayang kalau gak dikeruk pas hujan nanti. Aliran sungai udah dangkal dan menyempit," ujarnya saat memberikan keterangan kepada media.
Lebih lanjut, pria berusia 45 tahun tersebut berharap agar program normalisasi tidak hanya berhenti di kawasan Desa Tegalluar saja. Menurut analisis masyarakat, perluasan jangkauan pengerukan hingga ke wilayah Cileunyi, Rancaekek, serta Solokanjeruk sangat dibutuhkan agar alur air di sepanjang sungai utama kembali normal tanpa hambatan.
Senada dengan warga lokal, seorang pengendara yang kerap melintas bernama Iyus menegaskan bahwa penanganan sedimentasi ini harus berjalan beriringan dengan pemulihan kawasan hulu. "Hutan-hutannya harus dihijaukan kembali. Jadi pas kemarau pengerukan sungai, pas musim hujan penanaman pohon, supaya tidak banyak sedimentasi masuk ke sungai," ungkap pria berusia 38 tahun tersebut.
Iyus juga menambahkan harapannya agar akses jalan di sekitar sempadan sungai tidak lagi lumpuh total akibat terendam genangan air ketika musim hujan tiba. Dirinya bahkan mengusulkan penambahan unit alat berat agar proses pengerukan sisi kiri dan kanan sungai bisa diselesaikan dengan jauh lebih cepat dan menjangkau area yang lebih luas.