Kecelakaan lalu lintas kembali mencatatkan insiden mencekam di jalur maut Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat (25/9/2026). Sebuah truk tronton bermuatan material berat mendadak hilang kendali dan menghantam rumah warga yang berada persis di dekat jembatan Desa Cibahayu atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gentong Bawah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media dan pengamatan di lapangan, kawasan Gentong memang dikenal memiliki kontur jalan turunan curam serta tikungan tajam yang kerap menjadi ujian berat bagi pengemudi kendaraan besar. Truk tronton bernomor polisi B 9516 PDB yang melaju dari arah Bandung menuju Tasikmalaya diduga mengalami hilang kendali saat melintasi turunan terakhir sebelum tikungan ke kiri, sehingga lajunya tak terbendung dan menerabas lurus ke jalur sebelah kanan.
Dahsyatnya benturan tersebut tidak hanya membuat truk menghantam bagian depan rumah warga hingga hancur, tetapi juga merobohkan tiang telepon serta merusak struktur beton jembatan secara berat. Pemilik rumah bernama Ganda yang sedang beraktivitas di halaman sempat menyelamatkan diri, meski akhirnya tetap mengalami luka akibat terjatuh serta tertimpa reruntuhan material bangunan.
Nasib tragis dialami oleh kernet truk bernama Chepy Cahyadi yang harus berhadapan dengan situasi ekstrem. Akibat kerasnya hantaman saat kendaraan berhenti secara mendadak, ia terlempar dari kabin truk hingga melayang ke dasar sungai dengan ketinggian lebih dari 5 meter dari permukaan jalan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Devi Budi Radiansyah, mengonfirmasi peristiwa kecelakaan tunggal tersebut dan menyatakan bahwa tim kepolisian langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara. "Benar ada kecelakaan tunggal di wilayah Gentong, laporan masuk jam 8 pagi tadi dan truk menabrak bagian depan rumah warga," ujar Devi saat memberikan keterangan resmi.
Lebih lanjut, pihak kepolisian merinci bahwa insiden ini melibatkan tiga korban luka-luka yang terdiri dari sopir bernama Angga Septian, kernet Chepy Cahyadi, serta pemilik rumah Ganda. Para korban luka serius langsung dilarikan ke rumah sakit di Kota Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Hingga saat ini, jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan pendalaman dan penyelidikan mendalam guna memastikan faktor utama penyebab kecelakaan. Selain fokus pada proses evakuasi bangkai truk tronton agar tidak memicu kemacetan parah di jalur utama mudik tersebut, polisi terus menghimbau para pengemudi agar meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintasi jalur rawan kecelakaan di kawasan Gentong.