Amerika Serikat bersiap menandai peringatan 25 tahun runtuhnya perusahaan energi raksasa Enron dengan rencana melonggarkan regulasi keuangan yang selama ini menjadi benteng pengaman pasar. Langkah yang digagas oleh Securities and Exchange Commission tersebut memicu perdebatan sengit di kalangan pelaku industri keuangan dan investor global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, kebijakan baru ini bertujuan untuk menggairahkan kembali pasar penawaran umum perdana atau IPO di bursa Wall Street. Paul Atkins selaku Ketua SEC menilai bahwa kewajiban audit yang ketat selama ini kerap menjadi beban biaya tambahan yang memberatkan langkah perusahaan rintisan untuk melantai di bursa.
Kendati demikian, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa aturan Sarbanes-Oxley terbukti mampu mendongkrak kualitas pelaporan keuangan sejak pertama kali disahkan pasca skandal akuntansi pada tahun 2001. Data dari Ideagen Audit Analytics menunjukkan bahwa perusahaan yang dibebaskan dari audit internal cenderung mencatatkan lebih banyak kelemahan material dalam tata kelola mereka.
Di sisi lain, bursa Nasdaq dan Kamar Dagang AS menyambut positif langkah relaksasi ini karena dinilai mampu memangkas biaya operasional bisnis secara signifikan. Namun, kelompok investor tetap mendesak regulator agar tetap mengutamakan transparansi guna menjaga kepercayaan publik terhadap integritas pasar modal Amerika Serikat.