Warga Jawa Barat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan ringan hingga lebat masih akan mendominasi sebagian besar wilayah dalam sepekan ke depan. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, dinamika atmosfer saat ini sedang tidak stabil akibat kemunculan fenomena cuaca yang cukup signifikan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan dari Stasiun Klimatologi Jawa Barat BMKG, peningkatan curah hujan ekstrem ini dipicu secara langsung oleh aktifnya fenomena atmosfer yang dikenal sebagai Gelombang Ekuatorial Rossby. Fenomena alam ini bekerja dengan cara mendorong massa udara basah secara masif ke wilayah-wilayah tertentu.
Gelombang Rossby sendiri merupakan fenomena gelombang raksasa alami yang terbentuk di lapisan atmosfer dan lautan Bumi akibat rotasi planet serta pengaruh Efek Coriolis. Di kawasan tropis seperti Indonesia, pergerakan gelombang planet ini merambat secara perlahan dari timur ke barat di sekitar garis ekuator.
Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Jabar, Rakhmat Prasetia, kombinasi kelembapan udara yang tinggi berkisar antara 40 hingga 95 persen serta labilitas atmosfer yang kuat menjadi pemicu utama terbentuknya awan hujan konvektif secara masif. "Kami imbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu," ujarnya.
Analisis awak media menunjukkan bahwa sejumlah daerah seperti Bogor, Depok, Cimahi, Bandung Raya, Sukabumi, Cianjur, Garut, Ciamis, hingga Tasikmalaya berada dalam status siaga. Potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang harus diantisipasi sedini mungkin oleh seluruh warga.