Pasar saham Amerika Serikat bergerak menguat pada perdagangan hari Jumat, memberikan angin segar bagi para investor setelah sempat mengalami tren pelemahan selama empat hari berturut-turut. Berdasarkan analisis tim redaksi, pemulihan ini terjadi seiring meredanya tekanan dari harga minyak dunia serta rilis data Consumer Price Index yang berhasil diredam oleh aksi beli selektif pada saham-saham teknologi unggulan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Indeks utama Wall Street mencatatkan lonjakan solid menjelang akhir pekan. Dow Jones Industrial Average melesat sekitar 0,98 persen, sementara indeks berbasis teknologi Nasdaq Composite dan S&P 500 masing-masing menguat sekitar 0,96 persen dan 0,86 persen. Kendati demikian, secara keseluruhan indeks-indeks utama masih membukukan koreksi mingguan akibat tekanan jual yang terjadi pada awal pekan perdagangan.
Fokus pelaku pasar tertuju penuh pada rilis data inflasi bulanan yang dirilis menjelang pertemuan kebijakan bank sentral Federal Reserve pekan depan. Berdasarkan laporan departemen tenaga kerja, tingkat inflasi tahunan tercatat stabil di kisaran 3,4 persen, sejalan dengan proyeksi para ekonom. Namun, inflasi inti yang mengecualikan komponen pangan serta energi menunjukkan angka yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan.
Kondisi tersebut langsung memicu spekulasi agresif di kalangan para pelaku pasar keuangan global terkait arah kebijakan moneter selanjutnya. Berdasarkan instrumen FedWatch tool milik CME, probabilitas kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan Federal Open Market Committee mendatang melonjak signifikan hingga menyentuh kisaran 87 persen.
Di sisi lain, dinamika sektor energi turut memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan pasar keuangan global sepanjang pekan ini. Harga minyak mentah dunia sempat mengalami lonjakan tinggi akibat gangguan geopolitik serta penutupan jalur pipa utama di kawasan Timur Tengah, sebelum akhirnya kembali melandai jelang penutupan perdagangan akhir pekan dan memberikan sedikit ruang napas bagi bursa global.