Kawasan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, mendadak menjadi pusat perhatian yang unik di tengah riuhnya warga yang menikmati kegiatan Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi. Di antara kerumunan warga yang berolahraga, deretan buku tersusun rapi di atas rak mobil perpustakaan keliling yang hadir sebagai oase bagi para pencinta literasi. Berdasarkan analisis tim redaksi, inovasi jemput bola ini membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam mengubah ruang publik menjadi sarana edukasi yang inklusif dan mudah diakses siapa saja.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan sengaja menggerakkan armada keliling guna memangkas jarak antara buku dan pembaca setia di ruang terbuka. Petugas Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Taufik Ilham, menjelaskan bahwa strategi ini diterapkan agar masyarakat tidak perlu repot datang langsung ke gedung perpustakaan utama. "Tujuan kami adalah jemput bola, mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat, jadi masyarakat tidak harus datang ke perpustakaan, tetapi kami yang hadir di ruang-ruang publik," ujar Taufik.
Lebih lanjut, inisiatif jemput bola tersebut diharapkan mampu memantik serta mendongkrak minat baca generasi muda yang kerap menghabiskan waktu luang di akhir pekan. Berbagai koleksi bahan bacaan disiapkan secara gratis, mulai dari buku pengetahuan umum hingga literatur anak-anak yang ramah dibaca di lokasi. Berdasarkan laporan di lapangan, ragam pilihan buku ini berhasil menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan usia yang melintas di sekitar lokasi CFD.
Antusiasme yang tinggi turut ditunjukkan oleh para pengunjung, salah satunya Aini, warga asal Bojonggede yang datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana akhir pekan. Aini menilai kehadiran armada literasi tersebut memberikan warna baru sekaligus edukasi positif bagi anak-anak di sela-sela aktivitas olahraga. "Menurut saya bagus sekali, karena anak-anak jadi punya kegiatan membaca dan bukunya bisa langsung dipilih di sini," ucap Aini sebagaimana dikutip dari laporan.
Melalui langkah proaktif ini, Pemkab Bogor berupaya membangun ekosistem literasi yang ramah dan membumi di tengah dinamika masyarakat modern. Kehadiran perpustakaan keliling di ruang publik membuktikan bahwa budaya membaca dapat diselaraskan dengan gaya hidup sehat, menjadikan akhir pekan tidak hanya bugar secara fisik tetapi juga kaya akan wawasan pengetahuan.