Loading
Kabayan News Jawa Barat Kabayan News Jawa Barat
/home / berita / Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak, Rumah...
BERITA

Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak, Rumah Warga Sukabumi Dikepung Massa

By Bobi Alexsander Hutagalung • 2 min read • 1 Agustus 2026
Pengepungan rumah warga di Sukabumi akibat dugaan pencabulan anak

Pengepungan rumah warga di Sukabumi akibat dugaan pencabulan anak

Sebuah rekaman video memperlihatkan aksi pengepungan rumah oleh massa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendadak viral di berbagai platform media sosial. Kemarahan warga setempat tersulut setelah mencuat dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh seorang oknum guru ngaji.

Peristiwa menegangkan tersebut berlangsung di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat, 31 Juli 2026. Berdasarkan video berdurasi singkat yang beredar, tampak puluhan warga memadati area halaman hingga teras rumah panggung sambil mengamankan seorang pria berkemeja putih di tengah kerumunan yang memanas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, oknum guru ngaji itu diduga telah berbuat cabul terhadap sejumlah murid laki-laki. Terduga pelaku bahkan sempat dilaporkan berupaya melarikan diri sesaat setelah perbuatannya terbongkar oleh warga.

Kepala Desa Cihaur, Asep, membenarkan adanya gejolak sosial yang terjadi di wilayah kepemimpinannya tersebut. Namun, ia menyebutkan bahwa pihak Pemerintah Desa Cihaur awalnya tidak menerima laporan formal terkait kasus dugaan pencabulan tersebut.

"Mengingat kejadian kemarin, saya selaku Pemdes Desa Cihaur memang tidak menerima laporan resmi dari masyarakat, para tokoh, maupun pihak korban," ungkap Asep saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa pihak dusun sebenarnya telah mengarahkan keluarga korban agar segera melapor kepada aparat desa maupun kepolisian. Akan tetapi, keluarga saat itu memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Dari analisis tim redaksi, penyelesaian tingkat lokal sering kali ditempuh untuk meredam ketegangan sosial yang masif di tengah masyarakat. Setelah musyawarah panjang antara warga dan keluarga korban, dicapai kesepakatan tegas agar pelaku segera angkat kaki dari wilayah desa.

"Musyawarah demi musyawarah ternyata melahirkan satu keputusan dari warga masyarakat, termasuk pihak korban, yaitu mengusir si pelaku dari Desa Cihaur," lanjut Asep.

Menanggapi video viral dan keresahan publik yang kian meluas, jajaran Kepolisian Resor Sukabumi bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, memastikan pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta sebenarnya.

"Iya betul, kami sudah mendapatkan informasi itu. Anggota kita juga sudah ke sana untuk mengecek kebenaran informasi yang beredar di media sosial tersebut," jelas Dudi.

Pihak kepolisian saat ini masih fokus mengumpulkan bukti-bukti pendukung serta menelusuri keberadaan korban guna dimintai keterangan lebih lanjut mengingat belum adanya laporan resmi yang masuk ke institusi penegak hukum.

Topics
pencabulan anak sukabumi guru ngaji polres sukabumi simpenan berita kriminal viral hukum
Jurnalis Hukum & Kriminal

Bobi adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas di Jawa Barat. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal di Jawa Barat.