Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia Joko Widodo tampil mencuri perhatian publik saat menghadiri Rapat Koordinasi PSI Kota Bandung di Grand Pasundan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengenakan iket kepala putih khas Sunda yang dipadukan dengan baju baru berlogo gajah kepala merah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan di lokasi, kehadiran mantan Presiden RI ketujuh itu disambut meriah oleh ratusan simpatisan dan kader yang memadati area acara. Iring-iringan kedatangannya bahkan diwarnai oleh penyambutan tradisional tarian lengser serta sorakan penuh antusias dari para pendukung yang hadir.
Di hadapan para kader partai, Joko Widodo menyoroti pencapaian struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Ranting PSI di Kota Bandung yang telah merampungkan target hingga seratus persen. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kelengkapan administratif tersebut bukanlah akhir dari perjuangan politik.
"Sekarang urusan struktur selesai, sudah di Bandung sudah rampung. Sekarang kita mau apa?" ujar Joko Widodo di hadapan para peserta rapat koordinasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa struktur partai yang telah terbentuk harus benar-benar dihidupkan dan digerakkan secara optimal di tingkat bawah. Menurut analisis tim redaksi, penekanan ini diberikan untuk memastikan mesin partai tidak hanya kuat secara formal, melainkan juga efektif dalam mendulang dukungan suara.
"Paling penting, yang paling penting struktur itu harus hidup, struktur itu harus bekerja. Percuma strukturnya selesai tapi tidak bekerja dan tidak ada dinamika di bawah," tegasnya.
Selain itu, Joko Widodo juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh kader PSI di Kota Bandung untuk aktif membangun jejaring luas dengan berbagai komunitas masyarakat. Komunitas yang dimaksud mencakup bidang olahraga, seni budaya, buruh, hingga berbagai elemen sosial lainnya di tingkat lokal.
Sebagaimana dilaporkan dalam agenda tersebut, para kader juga didorong untuk menjalin komunikasi yang erat dengan para tokoh penting di tengah masyarakat. Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga tokoh perempuan dinilai krusial untuk memperkuat kedekatan partai dengan warga.
"Nah, sekali lagi, harus bisa membangun jaringan dengan berbagai komunitas yang ada di Kota Bandung," pungkasnya seraya menekankan pentingnya kehadiran nyata kader di tengah masyarakat.