Loading
Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat
/home / gaya hidup / Kebiasaan Ngupil Bawa Bakteri...
GAYA HIDUP

Kebiasaan Ngupil Bawa Bakteri Berbahaya, Picu Risiko Alzheimer

By Widya Wulandary • 2 min read • 26 September 2026
Bahaya kebiasaan ngupil bagi kesehatan otak dan risiko Alzheimer

Bahaya kebiasaan ngupil bagi kesehatan otak dan risiko Alzheimer

Mengorek hidung atau yang kerap disebut ngupil sering kali dianggap sebagai kebiasaan sepele yang tidak berbahaya. Padahal, tangan yang tidak higienis bisa menjadi perantara masuknya berbagai mikroorganisme patogen langsung ke dalam tubuh manusia.

Berdasarkan laporan kesehatan, salah satu ancaman utama dari kebiasaan ini adalah masuknya bakteri Chlamydia pneumoniae ke saluran pernapasan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC, infeksi bakteri tersebut dapat merusak jaringan tenggorokan, saluran napas, hingga memicu pneumonia.

Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa kekhawatiran ini semakin meningkat setelah studi dari Griffith University pada tahun 2022 menemukan fakta mengejutkan. Penelitian pada model hewan menunjukkan bahwa bakteri tersebut mampu merambat melalui saraf penciuman dan mencapai bagian otak.

Ahli saraf James St John menjelaskan bahwa kolonisasi bakteri di otak berpotensi memicu patologi yang menyerupai penyakit Alzheimer. Meski demikian, proses degeneratif tersebut membutuhkan waktu yang sangat panjang hingga puluhan tahun sebelum akhirnya memunculkan gejala klinis pada manusia.

Menjaga kebersihan tangan terbukti menjadi langkah preventif yang sangat krusial untuk mencegah masuknya patogen berbahaya. Mengutip para ahli, menghindari kebiasaan menyentuh area wajah dengan tangan kotor adalah kunci utama melindungi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Topics
kebiasaan ngupil bahaya ngupil kesehatan hidung penyakit alzheimer bakteri berbahaya tips kesehatan penelitian medis
Jurnalis Pendidikan & Sosial

Widya adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di Jawa Barat. Lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang dunia pendidikan dan dinamika sosial masyarakat. Tulisannya menjadi suara bagi isu-isu pendidikan dan kesejahteraan sosial di Jawa Barat.