Centralia yang terletak di Pennsylvania timur laut, Amerika Serikat, dulunya merupakan kawasan pertambangan yang sibuk dan berkembang pesat. Berdasarkan catatan sejarah, wilayah ini didirikan oleh insinyur pertambangan Alexander Rae pada 1866 setelah dibukanya jalur kereta api. Wilayah ini bahkan sempat mencatat populasi hingga ribuan jiwa pada akhir abad ke-19.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Namun, malapetaka besar melanda wilayah tersebut ketika kebakaran misterius mulai berkobar di area pertambangan batu bara bawah tanah pada 1962. Menurut analisis tim redaksi, api yang menjalar di lorong-lorong bawah tanah ini sangat berbahaya karena membentang seluas wilayah kota dan sangat sulit dipadamkan.
Dampak dari bencana bawah tanah ini sangat mengerikan bagi keselamatan warga. Berdasarkan laporan awak media, permukaan tanah di kawasan tersebut sering kali memunculkan lubang-lubang panas yang mengancam nyawa, bahkan sempat ada warga yang nyaris tewas akibat terperosok ke dalamnya.
Meskipun kondisinya sangat membahayakan, sebagian kecil warga tetap memilih bertahan karena alasan emosional terhadap tempat tinggal lama mereka. Sebagaimana dilaporkan, pemerintah setempat akhirnya mengambil tindakan tegas dengan membeli dan merobohkan ratusan bangunan demi keselamatan publik.
Kini, Centralia benar-benar berubah menjadi kota hantu yang sunyi setelah ditinggal hampir seluruh penduduknya. Infrastruktur jalan raya pun ditutup permanen, sementara bara api misterius di perut bumi masih terus menyala hingga kini.