Loading
Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat
/home / berita / MagangHub Batch 3 Dibuka Oktober,...
BERITA

MagangHub Batch 3 Dibuka Oktober, Cek Kuota dan Uang Sakunya

By Bobi Alexsander Hutagalung • 3 min read • 26 September 2026
Ilustrasi pendaftaran MagangHub Batch 3 Kemnaker tahun 2026

Ilustrasi pendaftaran MagangHub Batch 3 Kemnaker tahun 2026

Kementerian Ketenagakerjaan kembali memberikan angin segar bagi para lulusan perguruan tinggi baru yang mendambakan pengalaman kerja di dunia industri profesional. Program Magang Nasional atau yang populer disebut MagangHub dipastikan akan berlanjut ke gelombang ketiga dengan menghadirkan berbagai pembaruan skema penempatan yang lebih terfokus pada sektor swasta.

Berdasarkan lini masa yang telah dirancang, proses panjang program ini dimulai dengan pendaftaran bagi korporasi atau badan usaha yang ingin menjadi penyelenggara magang pada September. Setelah seluruh posisi dan perusahaan terverifikasi dengan matang, gerbang pendaftaran bagi para pencari magang beserta tahapan seleksinya dijadwalkan mulai dibuka pada Oktober mendatang, sebelum akhirnya resmi dimulai pada November.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menjelaskan bahwa "November kita akan kick-off lagi, tapi kita mulai pendaftarannya mulai dari bulan September ini, kita mulai daftar untuk penyelenggara. Kemudian Oktober nanti daftar untuk peserta, seleksi, kick-off lagi di November." Pengumuman resmi ini tentu menjadi momen yang paling ditunggu oleh para lulusan baru.

Perbedaan paling mencolok pada gelombang ketiga ini terletak pada fokus penempatan peserta yang sepenuhnya dialirkan ke korporasi swasta. Pemerintah memutuskan untuk meniadakan penempatan di kementerian maupun lembaga pemerintahan demi memaksimalkan pengalaman kerja nyata di ekosistem bisnis dan industri komersial.

Dari sisi kapasitas, MagangHub Batch 3 diperkirakan bakal menampung sekitar 62 ribu peserta baru. Angka masif ini disiapkan guna menggenapi target ambisius pemerintah yang ingin mencetak total 150 ribu peserta sepanjang penyelenggaraan Program Magang Nasional Angkatan II.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa "Jadi 41 ribu ditambah batch pertama 46 ribu, nanti di batch ketiga insya Allah kita akan bulatkan menjadi 150 ribu." Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja dan mengasah kompetensi tenaga kerja muda di tanah air.

Kabar baik lainnya bagi para peserta adalah kepastian mengenai fasilitas finansial yang memadai selama mengikuti program. Setiap peserta dipastikan akan menerima uang saku murni dari pemerintah yang besarannya disesuaikan secara proporsional dengan standar Upah Minimum Provinsi atau Upah Minimum Kabupaten/Kota di wilayah penempatan masing-masing.

Darmawansyah menegaskan bahwa "Uang ini saku murni dari pemerintah," yang artinya peserta tidak perlu khawatir mengenai beban finansial selama menjalani masa magang. Sebagai gambaran, besaran uang saku di daerah dengan standar upah tinggi seperti DKI Jakarta atau Kota Bandung dapat mencapai angka jutaan rupiah per bulannya.

Selain sokongan finansial berupa uang saku, peserta juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara penuh. Istimewanya lagi, berdasarkan ketentuan dalam PMK Nomor 6 Tahun 2026, uang saku peserta pemagangan lulusan perguruan tinggi ini memperoleh fasilitas PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah sehingga bebas potongan pajak hingga akhir Desember.

Bagi para kandidat yang berminat, proses pendaftaran wajib dilakukan secara daring melalui portal resmi MagangHub yang terintegrasi langsung dengan akun SIAPkerja. Calon peserta diimbau untuk segera melengkapi data diri, memperbarui riwayat pendidikan, serta memantau ketersediaan lowongan begitu pendaftaran resmi dibuka pada Oktober.

Topics
maganghub kemnaker magang nasional lowongan kerja fresh graduate karier pemerintah
Jurnalis Hukum & Kriminal

Bobi adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas di Jawa Barat. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal di Jawa Barat.