Keputusan besar diambil oleh seorang profesional muda di industri teknologi yang memilih untuk meninggalkan pekerjaannya demi mewujudkan impian berkeliling dunia bersama sang istri. Berbekal total kekayaan bersih mencapai 935 ribu USD, pasangan ini nekat mengambil cuti panjang atau sabbatical setelah merasa mengalami kejenuhan tingkat tinggi atau burnout.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebelum memulai petualangan akbar tersebut, mereka merencanakan semuanya dengan sangat matang selama berbulan-bulan. Sang istri baru menyusul enam bulan kemudian setelah merampungkan urusan pekerjaannya, sementara sang suami memanfaatkan waktu tersebut untuk memaksimalkan perolehan poin kartu kredit dan bonus maskapai penerbangan demi memangkas biaya perjalanan.
Mengutip laporan dari pengalaman yang dibagikan melalui platform daring, perjalanan yang berlangsung selama 377 hari dan mencakup 12 negara ini ternyata memakan biaya tunai jauh di bawah estimasi awal. Dari perkiraan anggaran awal sebesar 60 ribu hingga 80 ribu USD, mereka hanya merogoh kocek pribadi sekitar 35.654 USD saja berkat penggunaan jutaan poin reward.
Tim analisis redaksi menilai bahwa keberhasilan finansial pasangan ini tidak lepas dari strategi matang dalam mengelola aset selama mereka hidup tanpa pemasukan gaji aktif. Meskipun tidak bekerja selama 18 bulan dan memilih instrumen investasi yang lebih konservatif, portofolio kekayaan bersih mereka justru dilaporkan mengalami kenaikan tipis berkat perencanaan keuangan yang disiplin.
Berdasarkan pengakuan sang pelancong, tantangan terbesar justru datang dari proses mental untuk melepaskan diri dari bayang-bayang pekerjaan rutin. Ia mengaku membutuhkan waktu hingga tiga bulan penuh di awal perjalanan sebelum akhirnya benar-benar bisa menikmati liburan tanpa memikirkan tekanan dunia karier.