Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 yang seharusnya menjadi momen perayaan penuh suka cita mendadak diwarnai dinamika politik internal. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, melontarkan sejumlah curhatan terbuka mengenai posisinya di pemerintahan, termasuk pengakuannya yang merasa tidak dilibatkan dalam agenda kedinasan hingga masalah yang melibatkan keluarganya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan tanggapan yang terukur saat ditemui di Kantor DPRD Kota Bandung. Berdasarkan pengamatan awak media, ketegangan hubungan antara kepala daerah dan wakilnya ini memang kerap mencuat ke permukaan publik dalam beberapa kesempatan penting di Kota Kembang.
Farhan menjelaskan bahwa dinamika komunikasi yang terjadi tidak lantas mengganggu roda pemerintahan secara keseluruhan. Menurutnya, fokus utama jajaran Pemkot Bandung saat ini adalah menuntaskan persoalan mendesak, khususnya terkait kondisi keuangan daerah yang masih mengalami defisit menjelang akhir tahun anggaran.
"Jadi saya minta dinas fokus-fokus saja dulu. Jangan terpecah fokusnya untuk masalah yang sifatnya politis, biar dinas masuk ke teknokratis dulu," ujar Farhan memberikan penegasan terkait prioritas kerja para kepala dinas di lingkungan Pemkot Bandung.
Lebih lanjut, Farhan memaparkan bahwa sisa waktu dua bulan menjelang bulan Desember menuntut kerja ekstra keras dari seluruh satuan kerja perangkat daerah. Efisiensi anggaran yang lebih ketat menjadi harga mati agar seluruh target perencanaan pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa hambatan berarti.
Di sisi lain, orang nomor satu di Bandung itu memastikan bahwa mekanisme pembagian tugas antara dirinya dan sang wakil sudah diatur sesuai koridor aturan yang berlaku serta berjalan dengan clear. Komunikasi antarpimpinan pun diklaim tetap terjaga lancar meskipun terdapat riak-riak kecil di ruang publik.
Sementara itu, terkait keluhan ihwal istri yang disebut tidak diundang dalam agenda rapat paripurna HJKB ke-216, pihak eksekutif menyatakan akan menyerahkan penelusurannya kepada bagian protokol. Terlepas dari polemik yang mengiringi, kehadiran Erwin dalam rangkaian acara HUT kota menunjukkan komitmen institusional yang tetap terjaga.