Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merasakan keseruan tersendiri ketika tampil dalam siaran langsung program Sekilas Jabar. Orang nomor satu di Kota Kembang tersebut menyapa langsung masyarakat luas sambil mengenang berbagai cerita menarik dari masa remaja hingga kuliner kesukaannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dipandu oleh dua redaktur detikJabar, M Solehudin dan Tya Eka Yulianti, acara berlangsung sangat cair dan interaktif. Berbagai topik dibahas secara mendalam, termasuk harapan besar di momentum peringatan Hari Jadi Kota Bandung ke-216 demi kemajuan wilayah yang dipimpinnya.
Berdasarkan pengamatan awak media, kehadiran kepala daerah dalam platform digital memberikan warna baru dalam komunikasi publik yang lebih egaliter. Farhan sendiri mengakui bahwa kesempatan tersebut membawanya kembali bernostalgia ke dunia penyiaran yang membesarkan namanya.
"Saya selalu bahagia ada di podcast karena kan kembali ke dunia saya sebagai penyiar. Ya, melepaskan hobi lama lah. Dan juga tentu menjadi bagian dari sebuah interaksi melalui media, khususnya seperti detikcom live gitu. Jadi, Alhamdulillah ini merupakan bentuk komunikasi nyata antara saya sebagai wali kota dengan warga Bandung," ujar Farhan mengungkapkan kesannya.
Memasuki usia kota yang ke-216, Farhan membeberkan pandangannya terkait strategi pembenahan infrastruktur yang tengah digenjot pemerintah. Ia menjelaskan bahwa setiap pilihan kebijakan pembangunan memiliki konsekuensi tersendiri yang harus disikapi secara bijak bersama warga.
"Saya rasa warga sudah mulai menyadari bahwa bagaimanapun juga kita sedang memerlukan pembenahan infrastruktur. Ada dua cara, mau cara ngebut atau cara terstruktur. Kalau cara ngebut ya lumayan nyieun macet. Kalau cara terstruktur macetnya lebih terkendali," ungkapnya menjelaskan pilihan strategi pembangunan.
"Tapi cara apa pun yang kita gunakan, kita pastikan nanti hasil pembangunan dari infrastruktur itu akan sangat bermanfaat untuk semua orang," tegasnya menambahkan komitmen pemerintah kota.
Tim redaksi menilai bahwa pendekatan komunikasi interaktif semacam ini sangat efektif untuk membangun kepercayaan publik serta meredam potensi kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat urban.
Menutup perbincangan, Farhan juga menitipkan pesan penting bagi industri media massa di era digital. Ia berharap media tidak sekadar mengikuti selera pasar, melainkan aktif mengedukasi masyarakat.
"Buat saya yang paling penting media tidak hanya bisa merespon kebutuhan masyarakat atau konsumen media, tetapi juga bisa menjadi satu elemen yang akan mengarahkan tren agar warga juga bisa menuju ke arah yang lebih produktif, lebih maju, dan lebih terbuka pikiran dan informasinya," pungkas Farhan.