Warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik pada Kamis siang, 3 September 2026. Berdasarkan informasi resmi, getaran dirasakan secara nyata oleh sebagian masyarakat di wilayah Kabandungan dengan skala intensitas II MMI, di mana sejumlah benda ringan yang digantung dilaporkan ikut bergoyang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut tercatat memiliki kekuatan magnitudo 2,3 setelah melalui pemutakhiran data parameter. Episenter gempa berada di darat pada koordinat 6,73 Lintang Selatan dan 106,60 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 26 kilometer arah Barat Daya Kota Bogor dengan kedalaman hiposenter mencapai 3 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujar Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hartanto.
Dari analisis tim redaksi berdasarkan karakteristik wilayah Jawa Barat yang dikelilingi banyak patahan lokal, gempa dangkal seperti ini kerap kali dirasakan cukup signifikan meskipun skalanya tergolong kecil. Faktor kedalaman yang hanya 3 kilometer membuat energi getaran langsung merambat ke permukaan bumi tanpa tereduksi oleh lapisan batuan yang tebal.
Hingga laporan ini diturunkan, pihak berwenang memastikan bahwa situasi masih terpantau aman dan terkendali. Hasil monitoring lanjutan hingga pukul 11.45 WIB juga menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan yang tercatat oleh sensor seismograf BMKG.
"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," tambah Hartanto saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.
Menanggapi peristiwa ini, pihak BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah percaya pada kabar burung atau informasi hoaks yang beredar di media sosial. Warga diminta untuk selalu memperbarui informasi kebencanaan hanya melalui kanal komunikasi resmi milik BMKG yang sudah terverifikasi.