Loading
Kabayan News Jawa Barat Kabayan News Jawa Barat
/home / daerah / Gempa Dangkal Guncang Jawa Barat,...
DAERAH

Gempa Dangkal Guncang Jawa Barat, Pakar Ingatkan Ancaman Sesar Aktif

By Bobi Alexsander Hutagalung • 2 min read • 4 September 2026
Ilustrasi peta sesar aktif dan zona megathrust yang mengancam wilayah Jawa Barat.

Ilustrasi peta sesar aktif dan zona megathrust yang mengancam wilayah Jawa Barat.

Wilayah Jawa Barat kembali diguncang rangkaian gempa bumi dangkal pada awal September 2026 yang menjadi alarm keras bagi masyarakat luas. Peristiwa tektonik ini menegaskan bahwa ancaman bencana tidak hanya mengintai dari laut, melainkan juga dari sesar-sesar aktif di daratan yang melintasi kawasan padat penduduk. Berdasarkan laporan ahli kebencanaan, aktivitas seismik tersebut berpusat di beberapa titik dengan kedalaman relatif dangkal dan dirasakan hingga wilayah metropolitan di sekitarnya.

Ahli gempa bumi dan anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Daryono, menjelaskan bahwa aktivitas tektonik ini dipicu oleh pergerakan segmen sesar lokal di daratan. "Peristiwa gempa bumi tektonik dangkal bermagnitudo M2,3 terjadi di Sukabumi dengan kedalaman 3 kilometer," ujar Daryono dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa guncangan tersebut bersumber dari aktivitas Sesar Awi Bengkok serta Sesar Cianten-Muara, yang menyusul kejadian serupa di Sesar Cisokan beberapa hari sebelumnya.

Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa posisi geografis Jawa Barat dan DKI Jakarta memang berdiri di atas zona transisi tektonik yang sangat dinamis akibat penunjaman lempeng. Kondisi ini diperparah oleh keberadaan sejumlah sesar aktif yang membentang langsung di bawah kawasan pemukiman padat dan area industri strategis. Sebut saja Sesar Lembang, Cimandiri, Cugenang, hingga Sesar Baribis yang melintasi wilayah dari Jakarta, Bekasi, Purwakarta, Cirebon, hingga Bendungan Jatigede di Sumedang.

Selain ancaman sesar daratan yang dapat memicu guncangan kuat akibat lapisan sedimen aluvial lunak, potensi bahaya besar juga mengintai dari laut selatan. Sebagaimana dilaporkan, zona megathrust Selat Sunda menyimpan akumulasi energi tektonik besar yang berpotensi melepaskan gempa hingga magnitudo 8,7. Ancaman ini tidak hanya berisiko memicu kerusakan parah di daratan, tetapi juga memunculkan potensi gelombang tsunami yang dapat menjalar hingga kawasan pesisir.

Menghadapi potensi bencana yang masif tersebut, para pakar terus mendorong penguatan mitigasi struktural dan non-struktural secara komprehensif di berbagai daerah rawan. Upaya peningkatan ketahanan bangunan melalui standar konstruksi tahan gempa, edukasi publik yang masif, serta penyediaan jalur evakuasi yang jelas menjadi kunci utama keselamatan warga. Pemerintah daerah bersama instansi terkait dituntut untuk memperketat tata ruang berbasis mitigasi demi menekan risiko korban jiwa di masa mendatang.

Topics
gempa jawa barat sesar baribis megathrust mitigasi bencana badan meteorologi klimatologi dan geofisika sesar cimandiri sukabumi
Jurnalis Hukum & Kriminal

Bobi adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas di Jawa Barat. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal di Jawa Barat.