Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memberikan peringatan serius terkait dinamika atmosfer yang melanda wilayah Jawa Barat dalam sepekan ke depan. Berdasarkan analisis tim redaksi dari data pengamatan klimatologi, fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat masih menjadi faktor utama pembatas pasokan kelembapan awan di wilayah tersebut sehingga cuaca secara umum cenderung kering.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kendati demikian, dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya anomali positif yang memicu kenaikan kelembapan udara secara signifikan pada lapisan menengah. Kepala BMKG Bandung Edi Wibowo menjelaskan bahwa indeks NINO 3.4 terpantau berada pada nilai positif yang cukup tinggi disertai kelembapan udara berkisar antara 40 hingga 95 persen di wilayah Jawa Barat.
"Sepekan ke depan indeks NINO 3.4 berkisar pada nilai +2,51 dan kelembapan udara pada lapisan 850-700 mb berada pada kisaran 40 hingga 95 persen yang menunjukkan peningkatan dari pekan sebelumnya," ujar Edi dalam keterangan resminya.
Berdasarkan analisis awak media, kombinasi antara peningkatan kelembapan udara dan anomali suhu muka laut yang berada pada kisaran minus tiga hingga plus tiga setengah derajat Celsius menciptakan labilitas atmosfer ringan hingga sedang. Kondisi inilah yang membuka peluang terbentuknya awan konvektif secara lokal meskipun mayoritas wilayah masih mengalami curah hujan rendah.
Masyarakat yang tinggal di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berdurasi singkat. Hujan dengan intensitas sedang yang disertai kilat serta angin kencang diprakirakan terjadi secara bergantian di wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Purwakarta, hingga Bandung Barat.