Loading
Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat
/home / nasional / Pindang Gunung dan Benjang Batok...
NASIONAL

Pindang Gunung dan Benjang Batok Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda

By Redaksi Kabayan News Jawa Barat • 2 min read • 3 September 2026
Pindang Gunung dan Tarian Benjang Batok resmi jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Pindang Gunung dan Tarian Benjang Batok resmi jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Kabar membanggakan datang dari dunia kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kuliner khas Pindang Gunung dan seni pertunjukan tradisional Tarian Benjang Batok akhirnya resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2026 oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Berdasarkan keterangan Kepala Bidang Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran Sulastri, penetapan tersebut diputuskan melalui sidang daring yang turut menghadirkan para maestro kebudayaan lokal seperti Mang Koko selaku maestro Benjang Batok dan Ibu Encuk Sutarsih selaku maestro Pindang Gunung.

"Akhirnya seni pertunjukan Benjang Batok dan Pindang Gunung khas Pangandaran ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026," ucap Sulastri dalam keterangannya.

Tim redaksi menilai langkah pengusulan ini merupakan pencapaian penting bagi pemerintah daerah dalam melindungi identitas lokal. Terlebih lagi, kedua warisan budaya ini memiliki nilai historis yang kuat dan erat kaitannya dengan perjalanan hidup masyarakat Pangandaran dari masa ke masa.

Menilik sejarahnya, Tarian Benjang Batok yang berasal dari Dusun Karangpaci, Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, menyimpan kisah unik dari era pendudukan Jepang. Kesenian yang dimainkan oleh kaum perempuan ini dulunya berfungsi sebagai alat kamuflase dan pengelabuan agar para lelaki dewasa dapat bersembunyi dari kerja paksa.

Seiring berjalannya waktu, tarian yang memanfaatkan tempurung kelapa tua sebagai instrumen musik ritmis ini bertransformasi menjadi hiburan rakyat yang dikolaborasikan bersama angklung buncis, kendang, hingga terompet. Penampilannya kini kerap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mengunjungi Desa Kertayasa.

Di sisi lain, kekayaan kuliner Pindang Gunung juga melengkapi kebanggaan masyarakat Pangandaran. Hidangan sup ikan laut berkuah kuning ini menawarkan sensasi rasa asam pedas yang khas berkat penggunaan bumbu rempah unik seperti kecombrang dan daun kedondong.

Menurut catatan sejarah lokal, pengetahuan meracik Pindang Gunung telah diwariskan secara turun-temurun sejak era 1940-an. Perpaduan ikan laut segar dengan dedaunan pegunungan memberikan identitas rasa tersendiri yang sulit ditemukan pada olahan sup ikan lainnya.

Pengamatan awak media menunjukkan bahwa penetapan status WBTb ini tidak hanya memberikan perlindungan hukum bagi aset budaya, tetapi juga berpotensi mendongkrak sektor pariwisata kuliner dan seni di Pangandaran. Wisatawan kini memiliki alasan lebih kuat untuk mencicipi kelezatan Pindang Gunung sambil menikmati keunikan atraksi Benjang Batok secara langsung.

Topics
pindang gunung benjang batok wbtb indonesia pangandaran budaya jawa barat kuliner tradisional tarian daerah kementerian kebudayaan
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News Jawa Barat adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas seputar Jawa Barat dan sekitarnya.