Bursa saham Amerika Serikat bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa, di mana indeks Nasdaq Composite kembali mencatat rekor penutupan tertinggi untuk hari kedua secara berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh optimisme investor terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan, sementara harga minyak mentah dunia terpantau mengalami pelonggaran di pasar global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan pasar Wall Street, indeks S&P 500 ditutup nyaris mendatar tanpa perubahan berarti, sedangkan Nasdaq mengalami kenaikan sebesar 0,4 persen. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average justru mengalami koreksi tipis sebesar 0,3 persen akibat perbedaan pergerakan saham-saham tradisional.
Menurut pengamatan tim redaksi, pasar modal Wall Street sebelumnya mengawali pekan ini dengan tren positif yang cukup kuat berkat keyakinan investor yang tinggi terhadap prospek kecerdasan buatan atau AI. Dari analisis awak media, penurunan harga minyak turut memberikan angin segar bagi para pelaku pasar yang meredakan kekhawatiran inflasi jangka panjang.
Dalam pidatonya di hadapan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sejumlah pernyataan penting terkait kebijakan luar negeri dan perdagangan energi. Sebagaimana dilaporkan oleh berbagai media, Trump menyatakan bahwa potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan baru akan tercapai setelah pemilihan umum paruh waktu pada November mendatang.
Sementara itu, ketegangan geopolitik dan dinamika perdagangan global turut menjadi fokus utama para investor pekan ini. Pertemuan bilateral antara petinggi Amerika Serikat dan China di Washington menjadi sorotan, di mana Menteri Keuangan Scott Bessent menyebut pembicaraan awal tersebut berjalan sangat sukses dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang teknologi.