Suasana Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, mendadak riuh ketika para pendukung setia Persib Bandung yang dikenal sebagai Bobotoh memberikan sambutan hangat kepada mantan penjaga gawang andalan mereka, Kevin Ray Mendoza. Meskipun penjaga gawang Timnas Filipina tersebut tidak turun ke lapangan dalam laga menghadapi Vietnam pada ajang FIFA ASEAN Cup, kehadiran dan gema yel-yel dukungan tetap membahana di tribun penonton.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan awak media, ikatan emosional antara Kevin dan publik sepak bola Bandung terjalin begitu kuat karena sang kiper sukses mengantarkan Maung Bandung meraih dua gelar juara Liga secara beruntun pada musim 2023/2024 serta 2024/2025. Mengutip laporan langsung dari lokasi pertandingan, suporter terus meneriakkan namanya sepanjang laga meskipun ia hanya berada di bangku cadangan.
Menanggapi sambutan luar biasa tersebut, kiper berdarah Denmark-Filipina ini mengaku sangat terhormat dan bahagia bisa kembali merasakan atmosfer sepak bola di Bandung. "Saya merasa sangat terhormat, mereka ada di sana untuk mendukung kami, dan ya, saya sangat senang melihat mereka. Sangat luar biasa melihat mereka dan mendengar mereka menyanyikan lagu untuk saya," ujar pemilik nomor punggung satu di skuad The Azkals tersebut.
Lebih lanjut, pemain yang juga sempat berduet dengan Daisuke Sato di skuad Pangeran Biru ini menyatakan bahwa Kota Bandung memiliki tempat istimewa dalam perjalanan karier profesionalnya. Ia bahkan menegaskan tekadnya untuk selalu menyempatkan diri datang ke Bandung dalam situasi apa pun karena besarnya rasa cinta dan rasa syukur atas dukungan tiada henti dari para pendukung.
Menyongsong laga berikutnya melawan Pakistan, Kevin berharap dukungan penuh dari Bobotoh kembali memadati stadion untuk membakar semangat tim nasionalnya. Terlebih lagi, pertandingan krusial tersebut bertepatan langsung dengan hari ulang tahunnya pada 29 September, sehingga kemenangan mutlak menjadi harga mati bagi Filipina demi menjaga asa di turnamen ini.