Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya buka-bukaan mengenai alasan dibalik penghentian sementara proyek pembangunan pusat data berbasis artificial intelligence (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, yang memiliki nilai investasi jumbo mencapai Rp3,5 triliun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari pengamatan tim redaksi, proyek raksasa yang digadang-gadang memperkuat infrastruktur digital ini mendadak disorot karena kendala administratif mendasar yang belum juga diselesaikan oleh pihak pengembang setelah hampir tiga bulan berlalu sejak pengecekan pertama.
Mengutip laporan dari Gedung Sate di Bandung, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya sejak awal sangat mendukung masuknya investasi, namun aspek legalitas seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang menjadi kewenangan kabupaten wajib dipatuhi tanpa kompromi.
"Saya datang sendiri untuk mengecek lapangan pada 28 Juli lalu dan menanyakan perizinannya, ternyata izin dari pusat sudah ada tetapi AMDAL dan PBG dari kabupaten belum rampung, sehingga saya minta untuk dipercepat," ungkap Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan resminya.
Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa setelah ditunggu hampir tiga bulan dokumen penting tersebut tak kunjung tuntas, ia mengambil tindakan tegas untuk menghentikan sementara proyek pembangunan tersebut guna menjaga kepatuhan hukum serta ketertiban tata ruang daerah.
Kendati demikian, pihak Pemprov Jabar tidak menutup pintu secara permanen dan melibatkan akademisi dari Universitas Indonesia untuk memberikan pertimbangan objektif terkait kelayakan analisis lingkungan sebelum proyek bernilai triliunan rupiah itu diputuskan untuk dilanjutkan kembali.