Petinggi Federal Reserve memberikan sinyal tegas kepada pasar keuangan untuk meredam ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan setelah para pejabat bank sentral menilai perekonomian masih membutuhkan waktu untuk evaluasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, Wakil Ketua Fed Philip Jefferson dan Presiden Fed New York John Williams menyampaikan dalam pidato terpisah bahwa bank sentral memiliki waktu yang cukup untuk menilai kondisi ekonomi sebelum mempertimbangkan langkah pengetatan berikutnya.
Pernyataan yang disampaikan secara berurutan dalam pekan ini berhasil menurunkan ekspektasi investor terhadap potensi kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang, yang sebelumnya sempat diprediksi bakal terjadi.
Menurut analisis awak media, langkah komunikasi dari para pejabat tinggi tersebut berfungsi sebagai upaya koreksi arah bagi para pelaku pasar yang dinilai terlalu agresif dalam memperhitungkan kenaikan suku bunga tanpa melihat data terbaru.
Sebagaimana diungkapkan oleh Krishna Guha selaku Kepala Ekonomi di Evercore ISI dalam catatan kepada kliennya, "Kami pikir pesan bersama dari Jefferson dan Williams bersifat otoritatif" dalam mendinginkan ekspektasi pasar.
Di sisi lain, Ketua Fed Kevin Warsh sendiri diketahui memilih untuk menghindari pemberian panduan masa depan secara langsung atau forward guidance, serta mendorong para investor untuk membaca arah kebijakan berdasarkan data ekonomi yang berjalan.
Sejumlah pengamat ekonomi mencatat bahwa pendekatan ini diambil untuk menghindari penguncian kebijakan di tengah data ekonomi yang bergerak cepat, sehingga bank sentral dapat lebih fleksibel dalam merespons dinamika inflasi dan tenaga kerja.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kombinasi pernyataan para pejabat tinggi Fed tersebut sukses menenangkan volatilitas pasar dalam sepekan terakhir sekaligus memberikan kejelasan arah kebijakan moneter hingga akhir tahun.