Loading
Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat
/home / teknologi / Proyek PSEL di TPA Sarimukti Kandas,...
TEKNOLOGI

Proyek PSEL di TPA Sarimukti Kandas, Ini Penjelasannya

By Redaksi Kabayan News Jawa Barat • 2 min read • 8 Oktober 2026
Kondisi tumpukan sampah di area TPA Sarimukti Bandung Barat

Kondisi tumpukan sampah di area TPA Sarimukti Bandung Barat

Rencana besar pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik atau Waste to Energy di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, menghadapi jalan buntu. Proyek yang digadang-gadang menjadi solusi krusial penanganan sampah di kawasan Bandung Raya tersebut dinilai sulit untuk direalisasikan.

Berdasarkan analisis awak media, penolakan dan hambatan teknis ini mencerminkan kompleksitas pengelolaan sampah perkotaan yang sering kali terbentur regulasi lingkungan serta karakteristik geografis wilayah. Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Arief Perdana menjelaskan bahwa kementerian terkait telah memberikan catatan tegas mengenai lokasi tersebut.

"Untuk PSEL sudah ada surat dari Kementerian Lingkungan Hidup. Intinya memertimbangkan morfologi lahan yang berbukit, tegakan pohon yang rapat, sampai ketersediaan air dalam jumlah besar, sulit kalau di TPA Sarimukti," ujar Arief saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

Lebih lanjut, kawasan hutan di sekitar lokasi pembuangan sudah tidak lagi direkomendasikan untuk alih fungsi pembangunan fasilitas berskala besar. Pihak kementerian maupun Dinas Kehutanan menyatakan keberatan atas penerbitan izin mengingat kondisi jurang yang curam serta kerapatan vegetasi.

"Kalau di kawasan hutan tidak bisa. Dari Kementerian maupun Dinas Kehutanan berkeberatan mengeluarkan izin penggunaan kawasan hutan terkait kondisi jurang dan tegakan pohon yang rapat. Jadi kami harus mencari lahan baru," tambah Arief.

Menghadapi kendala tersebut, pemerintah daerah harus memutar otak untuk mencari alternatif lahan non-hutan yang memadai. Namun, tantangan baru muncul karena fasilitas pengolahan sampah modern mutlak memerlukan pasokan air baku dalam kapasitas yang sangat besar.

"Jadi mungkin kita harus cari di kawasan non-hutan, misalnya lahan terlantar tapi dengan catatan selama sumber airnya ada. Sebetulnya yang menjadi kendala utama adalah ketersediaan air. Kalau harus mengambil air dari Cirata, jaraknya lumayan sekitar 7 km dan harus dikaji dulu agar tidak mengganggu pasokan listrik atau air setempat," jelas Arief.

Di tengah kebuntuan proyek pengolahan energi tersebut, situasi darurat di TPA Sarimukti kian mengkhawatirkan. Volume sampah kiriman dari berbagai wilayah di Bandung Raya membuat sisa kapasitas penampungan menipis drastis dan diprediksi mengalami kelebihan muatan lebih cepat dari jadwal semula.

"Sekarang faktanya, jika dibandingkan antara sisa kapasitas dengan sampah masuk, kita perkirakan di bulan November sudah penuh. Setidaknya itu angka perkiraannya. Melihat sisa kapasitas, TPA Sarimukti hanya bisa sampai November 2026 yang seharusnya bisa sampai Agustus 2027," ungkap Arief.

Mengacu pada dokumen perencanaan perluasan, zona 5 dengan luas mencapai 6,3 hektare sebetulnya dirancang mampu menampung timbunan sampah hingga 1.800.000 meter kubik atau setara 700.000 ton. Namun akumulasi harian saat ini telah menggerus sebagian besar ruang yang tersedia.

"Sampai data terakhir, di sana sampahnya sudah mencapai sekitar 560.000 ton. Kalau 560.000 ton dibagi 700.000, itu sudah sekitar 80 persen dari kapasitas. Makanya kita hitung di bulan November 2026 itu sudah bisa penuh kalau dilihat dari sisa kapasitas dan sampah yang masuk," pungkasnya.

Topics
psel tpa sarimukti bandung barat sampah bandung raya dinas lingkungan hidup jabar lingkungan hidup energi listrik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News Jawa Barat adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas seputar Jawa Barat dan sekitarnya.