Penghentian sementara proyek pembangunan pusat data kecerdasan buatan milik BDx Data Centers di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Berdasarkan laporan, langkah tegas ini diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyusul sorotan tajam terhadap dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, khususnya terkait proyeksi konsumsi air baku yang mencapai angka fantastis 33 juta liter per hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, tingginya kebutuhan air tersebut tidak terlepas dari penggunaan teknologi pendinginan mutakhir bernama Direct-to-Chip Liquid Cooling untuk meredam suhu ekstrem pada ribuan klaster GPU canggih. Mengutip laporan teknis, arsitektur chip AI modern mampu menghasilkan panas hingga 1.000 Watt per chip, sehingga sistem pendingin udara konvensional sudah tidak lagi memadai untuk mencegah kerusakan komponen.
Dalam praktiknya, sistem Direct-to-Chip bekerja melalui pelat tembaga berpipa mikro yang dipasang langsung di atas permukaan prosesor untuk menyerap panas secara presisi. Cairan khusus yang telah menyerap panas kemudian dialirkan menuju Cooling Distribution Unit untuk dipindahkan ke sirkuit fasilitas gedung sebelum akhirnya dilepaskan ke udara melalui menara pendingin.
Kendati siklus cairan di dalam rak server tertutup, akumulasi panas eksternal yang dibuang melalui Cooling Tower memicu penguapan air dalam volume masif setiap harinya. Pengamat lingkungan menilai bahwa transparansi pengelolaan sumber daya air dan evaluasi AMDAL yang komprehensif menjadi kunci utama agar investasi teknologi tinggi ini dapat berjalan selaras dengan kelestarian alam.