Kawasan Tempat Pembuangan Akhir TPA Galuga di Cibungbulang akhirnya bernapas lega setelah kobaran api yang melanda area tersebut berhasil dipadamkan pada Selasa siang. Berdasarkan laporan di lapangan, penanganan cepat yang dilakukan oleh tim gabungan membuat kobaran api besar tidak lagi terlihat di lokasi kejadian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa titik api utama sudah hampir padam sepenuhnya setelah melalui proses penanganan yang intensif. Meskipun demikian, perjuangan para petugas belum sepenuhnya usai karena tantangan baru berupa kepulan asap tebal masih membubung dari tumpukan sampah.
"Pukul 14.17 WIB titik api yang besar sudah hampir padam semuanya. Bisa dilihat sudah tidak ada titik api, tetapi masih ada asap yang begitu tebal," ujar Bupati Rudy Susmanto saat memantau langsung proses penanganan di lokasi.
Mengutip keterangan dari pihak berwenang, fokus penanganan kini bergeser secara signifikan dari pemadaman api terbuka ke tahap pendinginan dan penguraian asap. Petugas mengerahkan sejumlah alat berat untuk membalikkan tumpukan sampah sambil terus menyemprotkan air secara berkala.
"Sampah diaduk menggunakan beberapa alat berat sekaligus disemprot, agar suhunya kembali normal dan tidak terpicu kembali adanya api," kata Rudy menjelaskan strategi lanjutan untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi.
Berdasarkan analisis awak media, insiden ini bermula dari perambatan api dari lahan pertanian tetangga yang langsung menyasar area pembuangan sampah lama. Kebakaran hebat tersebut tercatat berlangsung selama kurang lebih 22 jam sejak pertama kali muncul pada Senin sore.
Operasi pemadaman skala besar ini melibatkan lebih dari 100 personel gabungan dari berbagai instansi mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, DLH, PUPR, hingga unsur TNI dan Polri. Kehadiran personel gabungan tersebut terbukti efektif mencegah bencana lingkungan yang lebih luas di wilayah Kabupaten Bogor.