Kementerian Sosial terus memperketat pengawasan penyaluran bantuan sosial agar tidak lagi salah sasaran di tengah masyarakat. Langkah strategis diambil dengan mengerahkan ratusan ribu relawan di berbagai daerah untuk mendampingi proses pendataan secara langsung. Berdasarkan laporan awak media, kehadiran relawan ini menjadi jembatan penting bagi warga yang masih kesulitan mengakses teknologi digital secara mandiri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa jumlah relawan yang tergabung dalam Agen Perlindungan Sosial telah menembus angka lebih dari 300 ribu orang secara nasional. "Jumlah agen Perlinsos sudah lebih dari 300 ribu per hari ini. Sudah hampir lima juta lebih yang mendaftar secara nasional," ujarnya saat menghadiri acara wisuda di Kota Bandung.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, program ini dirancang untuk mengatasi hambatan literasi digital yang kerap dialami masyarakat di akar rumput. Berdasarkan uji coba yang pernah dilakukan di Banyuwangi, tercatat kurang dari 10 persen warga yang mampu melakukan pendaftaran mandiri tanpa bantuan pendamping. Sebagian besar warga masih membutuhkan bimbingan langsung agar data mereka tercatat dengan valid di dalam sistem.
Lebih lanjut, pemutakhiran data penerima bantuan ini kini dapat dilakukan setiap hari melalui sistem digital terintegrasi yang telah disediakan oleh pemerintah. Namun demikian, penetapan resmi hasil pemutakhiran data tersebut tetap dilakukan oleh Badan Pusat Statistik setiap tiga bulan sekali untuk menjaga akurasi serta transparansi penyaluran di lapangan.
Sistem digital yang dikembangkan pemerintah juga telah dihubungkan dengan berbagai instansi lintas sektoral seperti Dukcapil, Samsat, Kementerian ATR/BPN, hingga data konsumsi listrik dari PLN. Melalui pengintegrasian data yang komprehensif ini, pemerintah optimistis penyaluran bantuan sosial ke depannya akan jauh lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.