Peristiwa gempa bumi akibat pergerakan Sesar Lembang yang terjadi 15 tahun silam meninggalkan bekas mendalam bagi warga Kampung Muril Rahayu, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Guncangan tektonik yang terjadi secara mendadak tepat pada momen jelang Idulfitri 2011 tersebut mengubah suasana suka cita menjadi kepanikan luar biasa bagi ratusan kepala keluarga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan historis kebencanaan, gempa bermagnitudo kecil tersebut berdampak masif terhadap bangunan fisik di wilayah setempat dengan puluhan rumah mengalami kerusakan berat hingga ringan. Sejumlah warga bahkan terpaksa harus menghabiskan hari raya di dalam tenda pengungsian selama hampir dua bulan akibat kediaman mereka ambruk diguncang bumi.
Salah seorang warga penyintas gempa bernama Ade menuturkan pengalamannya ketika harus kehilangan tempat tinggal saat sedang bekerja di kampung sebelah. Menurut keterangannya, dirinya sempat mendirikan hunian sementara dari bilah-bilah bambu sebelum akhirnya mendapat bantuan rekonstruksi rumah dari pihak pemerintah dan swasta.
Melalui proses rehabilitasi tersebut, bangunan rumah Ade kini bertransformasi menjadi salah satu contoh hunian tahan gempa di kawasan Kampung Muril. Sebagaimana dijelaskan, struktur bangunan diperkokoh menggunakan fondasi cakar ayam serta pelindung ram kawat pada bagian dinding guna meminimalisasi jatuhnya material berbahaya saat terjadi guncangan susulan.
Sementara itu, koordinator penanggulangan bencana setempat, Yetti, mengungkapkan bahwa kewaspadaan warga kini jauh lebih baik berkat adanya berbagai sosialisasi mitigasi kebencanaan. Menurut pengamatan awak media, pemasangan marka penunjuk arah evakuasi serta penyuluhan dari berbagai elemen masyarakat turut meningkatkan kesiagaan warga dalam menghadapi potensi ancaman bencana di masa mendatang.