Kecamatan Pasirwangi di Kabupaten Garut menyimpan kecemasan mendalam bagi warganya yang harus berdampingan dengan ancaman nyata Sesar Garsela. Setiap kali gempa bumi darat mengguncang wilayah tersebut, rasa takut akan keselamatan jiwa dan tempat tinggal selalu membayangi keseharian mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan catatan pengamatan, wilayah ini telah berkali-kali diguncang gempa darat dengan magnitudo kecil hingga sedang yang menimbulkan kerusakan fisik bangunan. Meskipun kekuatannya tergolong tidak besar, karakteristik gempa dangkal ini terbukti mampu meretakkan dinding rumah warga secara signifikan.
Menurut analisis tim redaksi, kerentanan tertinggi justru menimpa masyarakat kelas bawah yang mendiami kawasan perbukitan dan lereng. Sebagian besar buruh tani dan warga kurang mampu di sana terpaksa membangun tempat tinggal secara swadaya tanpa struktur beton bertulang yang memadai.
Berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana Jawa Barat, Kabupaten Garut menanggung potensi kerugian fisik akibat gempa bumi yang mencapai angka triliunan rupiah. Dari jutaan warga yang terpapar ancaman tersebut, mayoritas di antaranya merupakan penduduk dengan tingkat ekonomi rentan.
Menanggapi situasi ini, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut menyatakan bahwa pihaknya terus menggenjot upaya mitigasi non-struktural. Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefulloh, edukasi keselamatan diri menjadi fokus utama mengingat keterbatasan biaya masyarakat untuk merenovasi rumah tahan gempa.