Warga Perumahan BTN Joglo, Kelurahan Sawahgede, Kabupaten Cianjur, mendadak digegerkan oleh insiden kebakaran hebat yang meludeskan dua bangunan rumah pada Selasa, 30 September 2026. Berdasarkan pengamatan dan analisis awak media, peristiwa tragis ini bermula dari adanya perselisihan internal dalam lingkup keluarga yang berujung pada aksi nekat pembakaran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Meski amukan si jago merah sempat membuat panik warga sekitar karena lokasinya yang padat pemukiman, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Pasalnya, kondisi kedua rumah yang terbakar saat kejadian tengah kosong ditinggal penghuninya.
Upaya pemadaman berlangsung dramatis dan membutuhkan kerja keras dari tim evakuasi di lapangan. Sebagaimana dilaporkan, sebanyak sekitar 50 petugas gabungan dikerahkan bersama dua unit mobil pemadam kebakaran serta dibantu empat armada tangki air untuk menjinakkan api yang baru berhasil dipadamkan setelah dua jam berjibaku.
Humas Damkar Cianjur Reki Maulana menjelaskan bahwa proses pemadaman sempat menghadapi kendala teknis di lapangan. Menurut keterangan Reki, lokasi rumah yang berada di dalam gang sempit menyulitkan pergerakan armada, sehingga petugas harus ekstra hati-hati saat melakukan pendinginan terutama karena salah satu rumah dipenuhi tumpukan barang bekas berbahan plastik.
Di balik musibah tersebut, penyelidikan kepolisian langsung bergerak cepat menyusul adanya dugaan kuat unsur kesengajaan. Aparat kepolisian dikabarkan telah mengamankan seorang perempuan berusia 18 tahun yang diduga sebagai pelaku pembakaran, sementara motif pasti di balik konflik keluarga ini masih dalam pendalaman intensif.
Saksi mata di lokasi kejadian, Enung Hayati, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai gelagat terduga pelaku sebelum insiden terjadi. Mengutip keterangan saksi berusia 42 tahun tersebut, pelaku sempat terlibat pertengkaran sengit dengan sang ayah sehari sebelumnya bahkan sempat melontarkan ancaman menggunakan senjata tajam.
"Setelah membakar rumah, dia sempat memberi tahu saya. Saat saya lihat, api sudah membesar," ujar Enung menceritakan detik-detik mencekam saat kebakaran mulai menghanguskan bangunan.
Kini, sisa-sisa bangunan yang tinggal puing arang menjadi saksi bisu dari runyamnya konflik keluarga yang berujung pada kerugian material. Masyarakat diimbau untuk lebih mengedepankan jalur komunikasi yang sehat dalam menyelesaikan masalah guna menghindari dampak buruk yang merugikan banyak pihak.