Loading
Kabayan News Jawa Barat Kabayan News Jawa Barat
/home / daerah / Siswa Tasikmalaya Belajar Cemas,...
DAERAH

Siswa Tasikmalaya Belajar Cemas, Sekolah Nyaris Roboh Ancam Nyawa

By Bobi Alexsander Hutagalung • 2 min read • 31 Juli 2026
Kondisi ruang kelas sekolah di Tasikmalaya yang rusak berat dan nyaris roboh

Kondisi ruang kelas sekolah di Tasikmalaya yang rusak berat dan nyaris roboh

Dunia pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali dihadapkan pada persoalan serius terkait infrastruktur yang tidak layak. Berdasarkan pantauan dan laporan dari lapangan, dua lembaga pendidikan yakni SD Negeri 2 Bojonggambir dan SMP Negeri 1 Bantarkalong mengalami kerusakan parah yang mengancam keselamatan para siswa maupun guru.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebanyak 110 siswa di SD Negeri 2 Bojonggambir terpaksa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang memprihatinkan. Bangunan sekolah tersebut diketahui belum pernah tersentuh renovasi besar sejak pertama kali didirikan pada tahun 2003 silam.

Kepala SD Negeri 2 Bojonggambir, Ridwan, menjelaskan bahwa hampir seluruh ruang kelas dari kelas satu hingga kelas enam mengalami kerusakan struktural yang cukup parah. "Semua ruangan kurang layak. Selain atap bolong, sebagian dinding sudah retak-retak. Kalau musim hujan, ruang kelas dipastikan bocor dan sangat mengganggu proses belajar mengajar," ungkap Ridwan.

Meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana yang membahayakan, semangat belajar para siswa di sekolah ini sama sekali tidak surut. Dari analisis tim redaksi, prestasi gemilang justru mampu ditorehkan oleh para peserta didik melalui berbagai ajang perlombaan seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional serta lomba Pendidikan Agama Islam dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Situasi yang tidak kalah mengkhawatirkan juga melanda SMP Negeri 1 Bantarkalong di mana dua ruang kelas beserta satu ruang kesenian dilaporkan ambruk pada Senin sore. Berdasarkan laporan, peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena seluruh siswa sudah meninggalkan lingkungan sekolah setelah merampungkan kegiatan ekstrakurikuler.

Kepala SMP Negeri 1 Bantarkalong, Nono Darsono, menyatakan bahwa insiden ambruknya bangunan tersebut diduga kuat diakibatkan oleh material bangunan yang sudah lapuk dimakan usia sehingga tidak mampu lagi menahan beban. Sebagai langkah antisipasi demi keselamatan jiwa, pihak sekolah terpaksa memindahkan aktivitas belajar siswa kelas sembilan ke area aula sekolah.

Menanggapi krisis fasilitas pendidikan ini, pihak sekolah telah melayangkan usulan resmi terkait revitalisasi bangunan kepada pemerintah daerah setempat. Berdasarkan informasi terkini, pihak dinas terkait dikabarkan telah memberikan respons positif yang diharapkan bisa segera ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata di lapangan.

Para orang tua murid kini hanya bisa berharap agar renovasi infrastruktur sekolah segera direalisasikan oleh instansi berwenang. Keselamatan dan kenyamanan anak-anak dalam menimba ilmu tentu harus menjadi prioritas utama tanpa harus dibayangi ketakutan akan bangunan sekolah yang sewaktu-waktu bisa ambruk.

Topics
tasikmalaya sekolah rusak pendidikan jawa barat sdn 2 bojonggambir smpn 1 bantarkalong berita daerah
Jurnalis Hukum & Kriminal

Bobi adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas di Jawa Barat. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal di Jawa Barat.