Dampak musim kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat di Jawa Barat, salah satunya di wilayah Kota Banjar. Krisis air bersih memaksa warga setempat harus berjuang ekstra demi mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari akibat sumur-sumur warga yang mulai menyusut debitnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menanggapi situasi darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar gerak cepat turun tangan memberikan bantuan. Sebanyak 5.000 liter air bersih secara khusus didistribusikan kepada warga di Dusun Pangasinan, RT 12 RW 11, Desa Binangun, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjar, Solihan Sukriatman, menjelaskan bahwa pengiriman bantuan air bersih ini dilakukan menyusul adanya permohonan resmi dari masyarakat setempat. Tercatat ada sekitar 250 jiwa yang langsung merasakan manfaat dari distribusi air bersih tersebut.
"Tadi kami mendistribusikan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 250 jiwa yang terdampak kekeringan," ujar Solihan saat memberikan keterangan terkait penanganan krisis air di wilayahnya.
Berdasarkan analisis tim redaksi dari data lapangan, langkah tanggap darurat ini sangat krusial mengingat eskalasi kekeringan mulai meluas ke berbagai titik di wilayah Kota Banjar. Sebelum menyasar Desa Binangun, pihak BPBD tercatat sudah lebih dulu menyalurkan bantuan serupa ke Kelurahan Hegarsari dan Desa Sukamukti.
Secara keseluruhan, dalam kurun waktu sepekan terakhir saja, BPBD Kota Banjar telah menggelontorkan total 35.000 liter air bersih. Bantuan kemanusiaan tersebut dilaporkan telah menjangkau sekitar 8.000 jiwa penduduk yang tersebar di berbagai kawasan prioritas kekeringan.
Ke depannya, pihak BPBD memastikan akan terus memantau situasi dan menjadwalkan distribusi air bersih secara berkala. Penyaluran lanjutan ini akan disesuaikan berdasarkan laporan permohonan yang masuk dari masyarakat serta hasil asesmen langsung di lapangan.
Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, warga juga diimbau untuk segera melapor jika mengalami krisis air serta menyiapkan wadah penampungan yang memadai. Dengan adanya bak penampungan tersebut, proses distribusi air bersih dari tangki pemerintah bisa berjalan jauh lebih efektif dan tepat sasaran.