Pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump memastikan bahwa penyelidikan kriminal terhadap mantan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell tidak akan dibuka kembali. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa persoalan tata kelola dan manajemen dalam proyek renovasi gedung bank sentral tetap harus dipertanggungjawabkan secara serius.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jaksa Agung Todd Blanche dalam sebuah wawancara eksklusif, di mana ia menjelaskan bahwa laporan dari inspektur jenderal telah memberikan gambaran jelas mengenai kekurangan yang terjadi. Menurut analisis awak media, langkah ini mencerminkan upaya pemerintah untuk membedakan antara pelanggaran hukum pidana dan kelemahan administratif dalam tubuh lembaga keuangan tertinggi tersebut.
Berdasarkan laporan investigasi yang dirilis pekan ini, ditemukan bahwa Dewan Gubernur Fed gagal menerapkan langkah-langkah pengendalian biaya yang memadai serta menyimpang dari ketentuan manajemen dalam kontrak renovasi gedung pusat. Anggaran proyek tercatat melonjak drastis dari angka awal 1,317 miliar dolar AS pada tahun 2020 hingga mencapai lebih dari 2,3 miliar dolar AS pada akhir tahun 2024.
Sebelumnya, Departemen Kehakiman sempat membuka penyelidikan kriminal terkait kesaksian Powell mengenai pembengkakan biaya tersebut, yang sempat menuai pembelaan keras dari sang mantan gubernur. Namun, setelah serangkaian proses hukum termasuk pembatalan subpoena oleh hakim federal, penyelidikan kriminal tersebut resmi ditutup menyusul hasil temuan inspektur jenderal yang tidak menemukan unsur pelanggaran hukum pidana.
Di sisi lain, desakan agar Jerome Powell mundur dari posisinya terus mengalir deras dari lingkaran kekuasaan, termasuk kritik tajam yang disampaikan melalui media sosial. Hingga saat ini, proses renovasi gedung utama bank sentral masih terus berjalan di tengah sorotan publik yang tajam terhadap transparansi anggaran institusi moneter tersebut.