Tekanan inflasi di Amerika Serikat menunjukkan sinyal pelonggaran yang signifikan setelah indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) pilihan Federal Reserve merosot ke level 3,4 persen pada Agustus lalu. Berdasarkan laporan yang dirilis, angka tersebut berada di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya mematok angka 3,7 persen sepanjang musim panas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut analisis awak media, penurunan angka inflasi ini tidak lepas dari penyesuaian metodologi perhitungan komponen yang dilakukan oleh Bureau of Economic Analysis secara retroaktif. Perubahan kalkulasi pada sektor perangkat lunak komputer, biaya hukum, dan layanan investasi dinilai mampu memangkas tingkat inflasi inti secara keseluruhan.
Sejumlah pengamat ekonomi menyambut baik data terbaru ini karena memberikan ruang bagi bank sentral untuk menahan kebijakan suku bunganya dalam waktu dekat. Sebagaimana dilaporkan oleh Capital Economics, tekanan harga inti yang kian melunak memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan mengambil jeda pada pertemuan Oktober mendatang.
Di sisi lain, Presiden Fed New York John Williams sebelumnya sempat menyatakan bahwa pihaknya melihat tidak ada urgensi yang mendesak untuk segera menaikkan suku bunga secara agresif. Pernyataan tersebut sejalan dengan dinamika pasar keuangan yang mencatat penurunan probabilitas pengetatan moneter pada bulan ini.
Kendati demikian, para pejabat tinggi bank sentral tetap mempertahankan sikap hati-hati terhadap potensi risiko ekonomi ke depan. Faktor eksternal seperti tingginya harga energi global serta lonjakan permintaan dari sektor kecerdasan buatan atau AI masih menjadi catatan tersendiri dalam memantau stabilitas harga menuju target jangka panjang sebesar 2 persen.