Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat memberikan konfirmasi resmi terkait insiden dugaan keracunan makanan program MBG yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 14 pelajar dari Sekolah Dasar Negeri Garuda yang terletak di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, dr. Yana Mulyana, menyatakan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan cepat dari petugas medis setempat. "Korban sudah kita tangani jumlahnya ada 14 orang siswa SDN Garuda di Cisarua," ujarnya saat memberikan keterangan.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, insiden ini langsung memicu perhatian publik mengingat pentingnya aspek keamanan pangan dalam program makan bergizi bagi anak sekolah. Meskipun demikian, pihak berwenang memastikan bahwa kondisi para siswa berangsur membaik setelah menerima pertolongan pertama di fasilitas kesehatan terdekat.
Lebih lanjut, pihak Dinas Kesehatan memastikan bahwa tidak ada satupun siswa yang harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Para pelajar tersebut diizinkan pulang ke rumah masing-masing setelah keluhan seperti mual dan muntah mereda, sementara tim medis dari puskesmas terus melakukan pemantauan ketat secara berkala.
Laporan awal mengenai dugaan keracunan ini diterima oleh instansi kesehatan sejak akhir bulan lalu, tepatnya pada Selasa 29 September 2026. Peristiwa tersebut bermula setelah para siswa menyantap hidangan program yang terdiri dari nasi putih, ayam cordon bleu, kacang polong goreng, aneka sayuran campur, serta buah kelengkeng.
Sebagai langkah investigasi lanjutan, petugas telah mengamankan sejumlah sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna mengetahui pemicu pasti gangguan kesehatan tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat juga mengimbau para orang tua agar tetap tenang serta segera melapor jika menemukan gejala serupa pada anak-anak mereka.