Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan akses literasi kepada masyarakat melalui program perpustakaan keliling. Layanan jemput bola ini kali ini menyambangi Madrasah Aliyah Mu'allimin Muhammadiyah yang terletak di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kehadiran armada perpustakaan keliling tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bawaslu Mengajar yang mengusung tema khusus kepemiluan bagi generasi muda. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kolaborasi lintas instansi ini dinilai sangat efektif dalam menjangkau pelajar untuk memadukan budaya gemar membaca dengan edukasi politik sejak dini.
Sebanyak ratusan siswa antusias mengikuti jalannya acara yang diisi dengan berbagai sesi interaktif. Selain mendalami materi tentang pengawasan pemilu dan demokrasi, para pelajar memanfaatkan waktu luang mereka untuk mengeksplorasi ragam bahan bacaan yang disediakan di sudut khusus literasi.
Kepala Bidang Perpustakaan DAPD Kabupaten Bogor, Rachmat Kurnia, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memperluas wawasan peserta didik melalui buku-buku pilihan. "Layanan perpustakaan keliling ini kami hadirkan untuk memperluas akses peserta didik terhadap bahan bacaan sekaligus mendorong tumbuhnya budaya gemar membaca," ujar Rachmat.
Dari hasil pemantauan petugas di lapangan, antusiasme siswa terlihat sangat tinggi terhadap jenis bacaan tertentu. Novel remaja, buku pengawasan pemilu, hingga literatur tentang demokrasi di Indonesia tercatat menjadi koleksi yang paling banyak diminati oleh para pelajar selama kunjungan berlangsung.
Menanggapi kegiatan positif tersebut, Kepala MA Mu'allimin Muhammadiyah Leuwiliang, Mansur Rudiana, menyampaikan apresiasi mendalam kepada instansi terkait. "Terima kasih kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor yang telah hadir dan berkolaborasi bersama kami," tutur Mansur.
Pihak madrasah berharap sinergi antara lembaga daerah dan institusi pendidikan ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Penguatan literasi digital serta pembinaan perpustakaan sekolah diproyeksikan menjadi langkah lanjutan demi mencetak generasi muda yang cerdas dan kritis.