Loading
Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat
/home / gaya hidup / Buku NU Abad Kedua, Ujian Cinta...
GAYA HIDUP

Buku NU Abad Kedua, Ujian Cinta Nyata Lewat Otokritik

By Bobi Alexsander Hutagalung • 2 min read • 22 September 2026
Buku NU Abad Kedua karya KH. Imam Jazuli tentang otokritik dan masa depan Nahdlatul Ulama

Buku NU Abad Kedua karya KH. Imam Jazuli tentang otokritik dan masa depan Nahdlatul Ulama

Memasuki fase abad kedua, Nahdlatul Ulama (NU) dihadapkan pada tantangan zaman yang bergerak sangat dinamis, mulai dari transformasi digital hingga pergeseran lanskap sosial politik generasi muda. Di tengah arus perubahan global tersebut, kehadiran sebuah karya intelektual menjadi sangat krusial untuk menakar ulang arah gerak organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

Berdasarkan analisis tim redaksi, buku berjudul "NU Abad Kedua: Merawat Akar, Menjemput Masa Depan (Sebuah Otokritik)" karya KH. Imam Jazuli, Lc., MA. hadir sebagai cermin jujur bagi para kader untuk mengevaluasi diri. Sebagaimana dilaporkan dalam ulasan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hasim Adnan, buku setebal 148 halaman terbitan PT Damai Banawa Semesta ini bukan sekadar kumpulan gagasan, melainkan "undangan intelektual" untuk merenungkan masa depan organisasi.

Dalam pandangan pengamat media, keberanian melayangkan kritik konstruktif di dalam tubuh organisasi seringkali dianggap sebagai hal tabu, namun buku ini justru membalikkan asumsi tersebut menjadi bentuk cinta yang sejati. "Sebuah buku selalu lebih dari sekadar kumpulan halaman dan gagasan, ia adalah rekaman kegelisahan penulis terhadap zamannya," ungkap Hasim Adnan memaknai karya yang diterima pada akhir Agustus 2026 lalu.

Melalui lembar-lembar bukunya, Kiai Imam Jazuli mengajak seluruh elemen NU agar tidak terjebak dalam romantisme masa lalu semata. Pengamat menilai bahwa refleksi mendalam sangat dibutuhkan agar tradisi keulamaan tetap relevan menjawab kebutuhan zaman, termasuk merespons cepat cara anak muda memahami agama serta identitas kebangsaan.

Dengan diterbitkannya buku ini, diharapkan diskursus internal mengenai transformasi kelembagaan, kemandirian umat, dan modernisasi dakwah dapat terus bergulir secara sehat. Kritik yang dibangun bukan bertujuan melemahkan, melainkan memperkokoh fondasi organisasi agar mampu berdiri kokoh menghadapi tantangan global di abad kedua perjuangannya.

Topics
nu abad kedua kh. imam jazuli nahdlatul ulama otokritik pesantren buku islam dprd jabar hasim adnan
Jurnalis Hukum & Kriminal

Bobi adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas di Jawa Barat. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal di Jawa Barat.