Sektor industri makanan dan minuman di Indonesia kembali menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak utama perekonomian nasional. Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, industri mamin berhasil mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 7,04 persen pada kuartal I 2026, menjadikannya subsektor dengan lonjakan tertinggi di antara kelompok industri pengolahan nonmigas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, dominasi sektor ini tidak hanya berhenti pada angka pertumbuhan saja. Kontribusi nyata terlihat dari sumbangsih sebesar 38,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto industri pengolahan, ditambah nilai ekspor pangan yang menyentuh angka fantastis US$4,47 miliar pada Februari 2026.
Dinamisnya pasar domestik turut memperkuat fondasi ekonomi tersebut. Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi rumah tangga untuk produk makanan dan minuman mengalami kenaikan 4,25 persen secara tahunan pada kuartal II 2026, selaras dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,29 persen.
Melihat peluang emas yang terbuka lebar di depan mata, PT Huamo Exhibition Indonesia siap menyelenggarakan ajang akbar MoreFood Expo 2027 pada 8 hingga 11 April mendatang di Jakarta International Expo Kemayoran. Pameran kali ini dirancang jauh lebih masif dengan cakupan area yang lebih luas untuk menampung antusiasme pelaku industri.
Sejumlah persiapan matang terus dikebut oleh pihak penyelenggara. Tercatat sudah ada lebih dari 200 exhibitor dari dalam maupun luar negeri yang memastikan diri ambil bagian, meski perhelatan akbar tersebut masih menyisakan waktu beberapa bulan ke depan.
General Manager PT Huamo Exhibition Indonesia Carrie Wang mengungkapkan bahwa pameran ini difokuskan sebagai wadah strategis untuk menjembatani pelaku usaha dengan pembeli potensial. "Pameran dagang hari ini dinilai dari berapa banyak percakapan bisnis yang benar-benar berlanjut setelah acara selesai," ujar Carrie Wang.
Sebagai bentuk dukungan nyata bagi para pelaku usaha, pihak penyelenggara telah menyiapkan berbagai program unggulan seperti MatchMaking Meeting dan Industry Summit. Zona pameran juga dikelompokkan secara spesifik agar proses penjajakan kerja sama antara pemasok dan mitra bisnis berjalan lebih efektif.
Sambutan positif turut datang dari berbagai asosiasi industri terkait. Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia Dini Zainuddin menilai acara ini sangat krusial bagi para pengusaha jasa boga untuk mengakses teknologi dan inovasi bahan baku terbaru.
Menurut Dini, kehadiran pameran tersebut memberikan kemudahan bagi anggota asosiasi untuk berdiskusi langsung dengan para penyedia jasa di satu tempat yang sama. Pengamat ekonomi media melihat langkah ini sebagai strategi jitu dalam memperkuat rantai pasok domestik.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia Vera Umbara berpandangan bahwa ajang ini menjadi kesempatan emas bagi pemasok lokal. "Ketika pemasok lokal bisa bertemu buyer dan mitra internasional dalam satu ruang, mereka bisa belajar standar global sekaligus membuka kerja sama baru," ujarnya.