Timnas Indonesia dipastikan tidak akan diperkuat oleh sang kapten tangguh, Jay Idzes, saat mengarungi ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026 mendatang. Bek andalan yang kini berkarier di Liga Italia bersama Sassuolo tersebut harus menepi akibat mengalami cedera serius saat membela klubnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan dari legenda hidup Timnas Indonesia, Ponaryo Astaman, absennya pemain belakang berpostur tinggi itu tentu menjadi sebuah kerugian besar bagi skuad Garuda. Kendati demikian, ia menilai lini pertahanan Indonesia tetap memiliki kedalaman skuad yang mumpuni karena masih dihuni oleh deretan pemain berkualitas tinggi.
Menurut Ponaryo Astaman saat ditemui di Paris Van Java Mall, Kota Bandung, pada Kamis 24 September 2026, stok pemain di lini belakang masih sangat kompetitif dan memiliki kemampuan yang hampir setara. Skuad Garuda kini tercatat diperkuat oleh nama-nama besar seperti Kevin Diks, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Rizky Ridho, Dion Markx, Elkan Baggott, Dean James, hingga Shayne Pattynama.
Selain membahas sektor pertahanan, mantan gelandang Timnas Indonesia ini juga menyambut dengan sangat positif kehadiran amunisi baru di lini depan, yakni Luke Vickery. Penyerang muda asal klub Liga Australia, Macarthur FC, tersebut diharapkan mampu memberikan suntikan tenaga serta ketajaman ekstra bagi lini serang tim asuhan John Herdman.
Berdasarkan analisis awak media, peta kekuatan di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 dipastikan akan berjalan jauh lebih ketat dan kompetitif dibanding edisi sebelumnya. Hal ini dikarenakan turnamen tersebut masuk ke dalam kalender resmi FIFA, sehingga seluruh negara peserta termasuk Malaysia, Thailand, dan Filipina dapat menurunkan skuad terbaiknya yang berkarier di kompetisi Eropa.
Menanggapi hasil undian grup, Ponaryo menilai peluang Timnas Indonesia untuk melangkah jauh di turnamen ini terbuka sangat lebar. Berada di grup yang sama dengan Malaysia, Singapura, serta Bangladesh, skuad Garuda dinilai punya kapasitas untuk mendulang hasil positif, namun para pemain tetap diingatkan untuk tidak cepat berpuas diri atau terlalu percaya diri berlebihan.