Inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Ombudsman Republik Indonesia di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, berujung pada temuan mengejutkan. Berdasarkan pengamatan tim awak media, sidak tersebut membongkar adanya fasilitas mewah bak apartemen yang dilengkapi dengan kulkas berisi minuman beralkohol di dalam kawasan lapas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, mengungkapkan bahwa minuman keras tersebut ditemukan tersimpan rapi di dalam kulkas sebuah kamar khusus yang berada di area belakang lapas. Selain di dalam kulkas, tim pengawas juga mendapati sejumlah botol minuman beralkohol terbuang di area pembuangan sampah dalam kawasan lapas tersebut, seperti dilaporkan dalam peninjauan langsung.
"Fasilitasnya tadi termasuk lengkap, ada kulkas, isinya makanan, minuman, termasuk minuman keras," ujar Fikri saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Sementara itu, Anggota Ombudsman RI lainnya, Syafrida R. Rasahan, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan secara pasti siapa pemilik maupun pihak yang menggunakan barang haram tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar tidak langsung berspekulasi mengenai siapa penghuni kamar mewah itu.
"Kepemilikan minuman keras itu bisa petugas atau bisa napi," tutur Syafrida menjelaskan kemungkinan yang ada berdasarkan hasil temuan lapangan.
Berdasarkan analisis tim redaksi, temuan ini memperkuat indikasi adanya perlakuan istimewa bagi oknum tertentu di dalam lembaga pemasyarakatan. Terlebih lagi, bangunan tempat ditemukannya fasilitas mewah tersebut berada di area terpencil dengan akses yang sangat terbatas dari bagian utama lapas.
Di sisi lain, proses sidak sempat diwarnai ketegangan ketika tim Ombudsman menghadapi penolakan dari pihak lapas saat hendak melakukan pemeriksaan mendalam. Menurut Syafrida, penolakan ini merupakan pengalaman pertama yang kurang kooperatif selama mereka melakukan inspeksi di berbagai lapas.
"Selama perjalanan kita turun ke lapas, baik kunjungan maupun sidak, kami selalu diterima. Tapi hari ini kami ditolak, hanya Lapas Cibinong. Dan ini kedua kali ditolak di sini," ungkap Syafrida menutup penjelasan.