Loading
Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat
/home / berita / Harga Minyak Dunia Meroket Tajam,...
BERITA

Harga Minyak Dunia Meroket Tajam, Ketegangan AS-Iran Memanas

By Bobi Alexsander Hutagalung • 3 min read • 25 September 2026
Kilang minyak bumi beroperasi di tengah kekhawatiran lonjakan harga

Kilang minyak bumi beroperasi di tengah kekhawatiran lonjakan harga

Harga minyak dunia melonjak tajam dalam sesi perdagangan yang volatil di tengah kekhawatiran baru atas eskalasi konflik di Timur Tengah. Lonjakan harga ini terjadi setelah Arab Saudi melaporkan keberhasilan mereka mencegat enam rudal balistik yang diluncurkan ke wilayah kerajaan, sementara prospek perundingan antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan sedikit kemajuan.

Berdasarkan laporan pasar energi, minyak mentah Brent untuk pengiriman November mengalami kenaikan signifikan sebesar 3,4 persen menjadi 106,60 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI turut menguat sebesar 2,7 persen ke level 94,61 dolar AS per barel setelah sempat mencatatkan pelemahan tipis di awal sesi perdagangan.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang bertempur di Yaman menyatakan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan enam rudal balistik yang dilepaskan oleh kelompok Houthi yang didukung oleh Iran. Di sisi lain, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim dalam sebuah pernyataan resmi bahwa kelompoknya melancarkan operasi berskala besar ke posisi militer Saudi di Jazan.

Berdasarkan analisis awak media, eskalasi terbaru ini langsung memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi global dan kelangsungan jalur pengiriman minyak di kawasan tersebut. Terlebih lagi, ketegangan geopolitik semakin memburuk menyusul peringatan dari penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, bahwa Teheran berpotensi memperluas cakupan perang ke Samudra Hindia.

Robert Yawger, seorang spesialis komoditas di Mizuho Securities USA, menilai situasi pasar saat ini jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan awal pekan. "Situasinya tidak terlihat sebaik awal pekan ini, pihak Iran mengancam membawa pertempuran ke Samudra Hindia dan kelompok Houthi terus menembakkan rudal balistik ke kota-kota Saudi," ujarnya.

Di tengah situasi yang memanas, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengonfirmasi bahwa Arab Saudi telah kembali mengoperasikan pipa minyak East-West setelah sempat diserang awal bulan ini. Jalur alternatif tersebut sangat krusial untuk mempertahankan ekspor minyak mentah tanpa harus sepenuhnya bergantung pada jalur pelayaran Selat Hormuz.

Meskipun demikian, tim redaksi mencatat bahwa kebuntuan diplomatik antara Washington dan Teheran masih menjadi tantangan utama bagi stabilitas pasar. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan negaranya untuk berdialog guna mengakhiri konflik, namun menegaskan bahwa Teheran tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat maupun menghentikan program nuklir mereka.

Topics
harga minyak brent wti houthi arab saudi amerika serikat iran ekonomi global
Jurnalis Hukum & Kriminal

Bobi adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas di Jawa Barat. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal di Jawa Barat.