Dunia politik lokal di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kembali mencatat sejarah baru setelah Yuslita Sumartini Bilqis atau yang akrab disapa Bunda Bilqis resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Sumedang dalam ajang Musda XI yang dihelat pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, terpilihnya seorang perempuan untuk memegang kendali pucuk pimpinan partai berlambang pohon beringin di daerah tersebut menandakan babak baru dinamika politik inklusif yang semakin memberikan ruang luas bagi kepemimpinan perempuan.
Menanggapi amanah besar yang baru saja diterimanya, Bunda Bilqis langsung menyatakan komitmennya untuk tancap gas menyusun berbagai langkah strategis, dengan agenda prioritas berupa penguatan struktur partai hingga ke akar rumput di tingkat kecamatan dan desa.
"Yang akan Bunda lakukan segera konsolidasi. Kita akan memperkuat konsolidasi dari tingkat kabupatennya, kecamatannya, dan desa," ujar Bunda Bilqis saat ditemui usai gelaran Musda XI Golkar Sumedang yang bertempat di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor.
Langkah cepat tersebut dinilai sangat krusial mengingat rentang waktu persiapan menghadapi agenda politik nasional dan daerah mendatang tergolong sangat singkat, sehingga kerja keras seluruh kader mutlak diperlukan.
"Karena kita punya waktu hanya dua tahun untuk persiapan Pileg dan Pilkada yang akan datang," ungkapnya menjelaskan urgensi pergerakan cepat partainya.
"Langsung akan roadshow, Bunda akan secepatnya roadshow, langsung turun ke akar rumput. Tancap gas," lanjutnya dengan nada penuh semangat.
Di sisi lain, Bunda Bilqis tidak menampik bahwa dirinya sempat merasakan gelombang emosi yang campur aduk setelah resmi mengemban posisi strategis tersebut, terutama karena ia harus bersaing dengan sejumlah kader putra terbaik partai.
"Luar biasa rasanya, nano-nano, ada haru ada bahagia, tidak menyangka ya ternyata seorang perempuan bisa dipercaya untuk memimpin partai yang sebesar ini di Sumedang," tuturnya dengan nada haru.
Ia juga menegaskan bahwa hasil Musda ini bukanlah bentuk kemenangan dari kelompok atau kubu tertentu, melainkan momentum bersama untuk merapatkan barisan demi kejayaan Partai Golkar di masa depan.
"Ini bukan kemenangan satu kelompok, tidak ada kubu A, B, C. Semuanya sama untuk membesarkan Partai Golkar, memenangkan Pemilu dan Pilkada," pungkasnya tegas.