Suasana ruang pemeriksaan Mapolsek Cibadak mendadak berubah penuh emosi ketika putri mendiang Profesor Petrus Pallangan berhadapan langsung dengan sang asisten rumah tangga berinisial PAL alias Agus.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pria berusia 41 tahun yang sebelumnya tega membekap majikannya hingga tewas tersebut sempat berdalih nekat melakukan aksi keji karena gajinya tidak dibayar selama lima bulan oleh korban.
Namun, dalih tersebut langsung rontok seketika setelah anak korban, Devi Aprilianti, mencecarnya dengan sederet pertanyaan menohok yang mematahkan seluruh alibi pelaku.
Menurut Devi, komunikasi almarhum ayahnya selama ini hanya terpusat melalui dirinya, sehingga klaim tunggakan upah yang disampaikan tersangka dinilai tidak masuk akal dan penuh kebohongan.
Terpojok oleh pertanyaan tajam tersebut, nyali pelaku yang sempat kabur ke Makassar langsung ciut hingga ia menangis tersedu-sedu dan bersujud di hadapan Devi untuk memohon belas kasihan.
Pengamatan tim redaksi menilai bahwa rekam jejak digital pelaku turut membuka tabir gelap masa lalunya, di mana ia sempat dilaporkan sebagai orang hilang oleh keluarganya di media sosial Facebook sebelum bekerja di Sukabumi.
Meski secara kemanusiaan pihak keluarga telah memberikan maaf atas penyesalan pelaku, proses hukum dipastikan tetap berjalan tegas untuk menjerat tindakan kriminal berat yang telah merenggut nyawa sang profesor.