Memasuki sepekan penemuannya, teka-teki mengenai sesosok jasad pria tanpa identitas atau Mr X yang ditemukan di kolong jembatan Tol Bocimi KM 69, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih menyisakan tanda tanya besar bagi aparat penegak hukum.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, kasus ini menyita perhatian publik karena modus pembuangan korban di jalur bebas hambatan menunjukkan indikasi kejahatan yang terencana rapi oleh pelaku untuk menghilangkan jejak pelarian.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana menegaskan bahwa jasad malang yang ditemukan dengan kondisi terikat tali serta terbungkus karung berlapis plastik tersebut dipastikan merupakan korban tindak pidana pembunuhan berencana.
Meskipun demikian, pihak kepolisian menyatakan bahwa detail krusial seperti taksiran usia dan tinggi badan korban hingga kini belum dapat dipastikan secara medis karena masih menanti hasil resmi forensik dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.
Sebagaimana disampaikan oleh Dudi saat dikonfirmasi pada Selasa, informasi dari pihak rumah sakit terkait laporan hasil autopsi usia dan tinggi badan korban belum sepenuhnya rampung.
Selain menantikan hasil autopsi dari tim medis, penyidik Satreskrim Polres Sukabumi kini memperluas cakupan penyelidikan dengan mendalami kemungkinan rute pelarian serta jalur yang dilalui oleh pelaku dan korban sebelum kejadian.
Fokus investigasi tersebut merujuk secara spesifik pada titik lokasi pembuangan jasad yang berada tepat di bahu jalan Tol Bocimi ruas jalur dari Sukabumi mengarah menuju Jakarta.
Area tepi jalan layang tol tempat jasad dibuang diketahui memiliki fasilitas ruang parkir darurat yang dibatasi oleh marka jalan serta dinding pembatas beton setinggi 1,2 meter, yang diduga dimanfaatkan pelaku untuk beraksi cepat.
Petunjuk penting lainnya yang saat ini tengah dianalisis oleh aparat kepolisian adalah pakaian santai yang melekat di tubuh korban saat ditemukan, yakni berupa kaus putih bergambar kepala Barong bertuliskan Bali serta celana training hitam berlis kuning.
Berdasarkan pengamatan awak media, setelan busana kasual tersebut memicu spekulasi kuat bahwa korban sempat singgah di destinasi wisata pesisir pantai populer di Sukabumi, seperti kawasan Palabuhanratu atau Geopark Ciletuh, sebelum akhirnya dieksekusi.
Menanggapi berbagai spekulasi mengenai kemungkinan pergerakan korban dan pelaku yang bermula dari kawasan wisata pantai sebelum memasuki jalur tol menuju arah Jakarta, pihak kepolisian memilih untuk tetap berhati-hati.
Menurut pernyataan Dudi, dugaan terkait rute perjalanan sebelum eksekusi tersebut masih terus didalami secara intensif oleh penyidik di lapangan guna merangkai kronologi kejadian secara utuh.
Sebagai langkah lanjutan, penyidik Satreskrim Polres Sukabumi terus mengumpulkan berbagai petunjuk tambahan termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas lalu lintas demi mengungkap identitas korban sekaligus membekuk pelaku pembunuhan tersebut.